Bahasa nasional Filipina adalah Tagalog yang pada awalnya hanya
dipakai di Manila dan provinsi- provinsi sekitarnya ketika Konstitusi
Persemakmuran yang disahkan tahun 1930-an. Konstitusi tersebut disediakan untuk
bahasa nasional tapi tidak secara khusus merancangnya sebagai Bahasa Tagalog.
Karena tujuan yang diangkat oleh anggota dewan dari bagian lain yang tidak
menggunakan bahasa Tagalog. Hanya sedikit daerah yang bahasa nasional diterima
seluruh populasi (dan unsur gabungan ideal dari keanekaragaman bahasa di
seluruh pulau akan menjadi tujuan masa depan. Tagalog, tentunya, kebijakan
untuk menjadi bahasa pengantar untuk orang- orang yang tinggal di sekitar pusat
pemerintahan, kandidat utama.
Di awal tahun 1970-an, lebih dari penduduk Filipina berkomunikasi
dengan bahasa tagalog dasar. Dipacu oleh Presiden Marcos dan mimpinya ‘New
Society’, akademisi nasionalis berfokus pada pengembangan bahasa nasional- Pilipino. Saat itu dimengerti bahwa
Tagalog adalah bahasa nasional. Neologisme diperkenalkan untuk memperkaya kosakata dan mengganti kata- kata asing.
Contoh yang paling diingat adalah ‘salumpuwit’ (secara harfiah, ‘sesuatu yang
mendukung pantat’) untuk ‘kursi’ untuk mengganti kata yang diserap dan turunan
dari Bahasa Spanyol “silya”. Usaha yang lain untuk mempribumikan bahasa
nasional Filipina dari nol, bagaimanapun, sejak kata- kata serapan dari Bahasa
Inggris dan Bahasa Spanyol telah menjadi bagian terintegrasi dari bahasa
sehari- hari dan kaum intelektual Filipina.
Kenyataan ini benar- benar direfleksikan dalam penyusunan undang-
undang selama masa pemerintahan Aquino di pertengahan 1980-an. Bahasa nasional
dilabeli Filipino untuk mengakui dan mendukung eksistensi dan freferensi untuk
banyak kata turunan dari Bahasa Inggris dan Bahasa Spanyol. Huruf- huruf dari
bahasa Asing seperti f,j,c,x, dan z terdengar asing untuk penduduk sebelum
kedatangan bangsa Spanyol dan Amerika dimasukkan ke dalam abjad resmi Filipina.
Tersebut di atas, evolusi bahasa nasional Filipina dipelajari
sebagai bagian dari kurikulum pendidikan di Filipina, seperti ketika kamu bertanya pada orang Filipina apa bahasa
nasional negara, jawabannya adalah ‘Filipino’. Dengan cara yang sama kelas
Bahasa Inggris di sekolah dasar,
menengah, dan tinggi di Amerika mengajar bahasa nasional Amerika Serikat, kelas
Filipina (bukan kelas Tagalog; kelas Sastra Filipina, bukan kelas sastra
Tagalog) di sekolah Filipina.
Jadi, apa perbedaan di antara Filipino dan Tagalog? Pikirkan Filipino sebagai Tagalog Plus. Filipino lebih inklusif dari kontribusi bahasa lain
daripada bahasa Tagalog. Contohnya, benar untuk mengatakan diksyurnaryo (dari
bahasa Spanyol: diccionario) dalam Filipino, padahal dalam bahasa Tagalog murni
(atau seseorang yang stuck dalam era Filipino) yang berkeras menggunkan kata talantinigan. Lebih
sopan untuk merujuk Filipino, bukan tagalog sebagai bahasa nasional Filipina.
Untuk orang- orang Filipina dari bagian lain di negara itu, Tagalog bukan bahasa
pertama mereka; mereka mempelajari bahasa Filipino karena secara konstitusi
bahasa itulah yang menjadi bahasa nasional dan dipelajari di sekolah.
Dalam istilah praktis, banyak orang, khusunya orang Filipina yang
tinggal di luar negeri menyadari bahwa orang asing berasumsi bahwa Tagalog
merujuk pada bahasa nasional Filipina, tidak membedakan perbedaan Filipino,
Pilipino, dan Tagalog, dan telah belajar mengadaptasi bagaimana orang Amerika
atau orang Canada mempersepsikan arti dari masing- masing kata tersebut. Itulah
alasannya mengapa jika kamu pergi ke toko buku di Amerika Utara, sebagai
contoh, akan lebih mudah menemukan kamus Tagalog ( atau Pilipino) daripada
kamus Filipino.
Catatan Budaya: Walaupun kata "Filipino" lebih berterima daripada Filipino (bahasa Filipina), Kebanyakan orang
Filipina tetap mengatakan Pilipino
ketika merujuk pada orang Filipina ketika berbicara dalam bahasa Filipina.
Mengapa? Pada dasarnya, bunyi huruf ‘p’ lebih mudah dilafalkan
daripada huruf ‘f’. Faktanya, bahkan huruf
c, f, j, x, z, etc telah ditetapkan secara resmi menjadi bagian dari
abjad Filipina, masih ada kecenderungan luar biasa untuk menerjemahkan kata-
kata asing dengan bentuk pelafalan pribumi.
Contoh: kompyuter, kwalipikasyon, okasyon, kendi, indibidwal, sipilis...
Contoh: kompyuter, kwalipikasyon, okasyon, kendi, indibidwal, sipilis...
Nah, begitulah ceritanya. Sudah tahu perbedaannya, kan?
*source: http://tagaloglang.com*