Entri Populer

Jumat, 31 Juli 2015

Belajar Bahasa Tagalog.


Gara- gara gak sengaja ketemu Chicser di twitter, saya jadi tertarik belajar Bahasa Tagalog.
*apa, alasannya hanya karena suka sama boyband asal Filipina itu? *plak* Masih zaman nge-fans sama boyband? *plak lagi*
Well, apapun alasan saya, saya ingin share sedikit tentang Bahasa Tagalog yang saya dapat dari Mbah Google.
Diantaranya:
Ø  Bahasa Tagalog adalah bahasa nasional Filipina.
Ø  Bahasa Tagalog, sama seperti bahasa Indonesia termasuk rumpun bahasa-bahasa Astronesia.
Ø  Bahasa Tagalog termasuk dalam bahasa Melayu tua atau proto Melayu.
Ø  Bahasa Tagalog menggunakan abjad dan pengucapan yang sama dengan bahasa Indonesia.
Ø  Struktur kalimat bahasa tagalog adalah subjek+predikat+objek. Namun, dalam kalimat sederhana objek bisa muncul sebelum predikat.
Ø  Ucapan salam dan sapaan:
Selamat pagi                      Magandang umaga
Selamat siang                    Magandang tanghali
Selamat sore                      Magandang hapon
Selamat malam                  Magandang gabi
Apa kabar                          Kamusta/ Kamusta po kayo
Baik                                   Mabuti
Terima kasih                     Salamat
Terima kasih banyak         Maraming salamat
Sampai jumpa                   Paalam
Sampai jumpa                   Hanggang sa muli



Ya segitu aja dulu.*benar- benar sedikit*  Kalau ada salah- salah ketik, mohon maaf aja. Namanya juga pemula *ngeles mode activated ahayy*

Rabu, 29 Juli 2015

Dari Sisi Aku





"Cobalah lihat dari sisi aku
Agar kau pahami coba kau dengar
Jerit hati kecil ini cobalah tuk mengerti
Sedikit saja"

Merasa familiar dengan lagu ini?
Yap, ini lagunya Tangga yang judulnya 'Dari Sisi Aku'. Lagu ini dirilis tahun 2008 dalam album Ost Lost in Love. 
Udah, segitu aja info tentang band yang sekarang berubah nama menjadi 'Dekat'. Karena kali ini aku ingin bercerita dari sisi aku. Terdengar galau? Em, mungkin iya. 
Setiap orang pasti pernah bilang atau minimal mengucapkannya dalam hati, "If you were me....." atau "Coba aja kalau kamu jadi aku....." saat mereka melakukan kesalahan atau terpaksa melakukan kesalahan dan orang- orang menghakimi mereka. 
Orang tua juga begitu kalau menghadapi anaknya membuat kesalahan. Mereka seakan- akan lupa kalau mereka pernah ada di posisi anak- melakukan kesalahan.
Misalnya aja waktu anak ketahuan berbohong, mencuri, dan segudang kenakalan lainnya. Kebanyakan dari mereka membentak- bentak  sambil nunjuk- nunjuk hidung, “Kamu nakal!” tanpa bertanya “Kenapa?”. Tanpa pernah berpikir KENAPA mereka melakukan itu. Mereka gak pernah sadar kalau anak- anak itu perlu dikasih tahu, bukan dihakimi.   
Mereka juga pernah begitu waktu kecil. Siapa yang tidak pernah berbohong? Orang tua, waktu kecil- bahkan sampai sekarang pasti pernah begitu. Kalau ditanya kenapa, mereka bisa berkelit demi kebaikan bersama.
*Tapi anak- anak gak boleh beralasan begitu.* aku merengut dalam hati. *ga adil banget ya, jadi anak- anak.* masih ngedumel dalam hati sementara kepala tetap menunduk tang pasang tampang menyesal. Gak berani bilang kalau aku bohong juga demi kebaikan bersama. Biar mama baik- baik (gak marah- marah) dan aku juga baik- baik aja (gak kena marah).
Well, bukannya gak mau ngaku salah, tapi cuma pengin bilang "Cobalah lihat dari sisi aku agar kau pahami coba kau dengar Jerit hati kecil ini cobalah tuk mengerti sedikit saja"
*eh malah nyanyi*
Anak- anak lain juga pernah dalam posisi begini kan?
Orang tua juga waktu kecil juga begitu.
Terakhir, apapun kesalahannya, orang tua harus bisa melihat dari sisi mereka, orang tua harus bisa melihat dari sisi anak- anak, kenapa mereka melakukan hal itu. Percaya deh, kalau dikasih tahu baik- baik, pasti akan dijawab baik- baik juga kan? Jangan sampai mereka berkeras hati tetap melakukan kesalahan itu sampai dewasa nanti. Selagi masih anak- anak, masih lebih mudah untuk mengarahkannya ke arah yang lebih baik.
Ya kan, Ma, Pa?
Iya ngaku aja, ngaku.....
*eh kok jadi ngaco begini*
Ya sudahlah, kalau gak mau ngaku, selesai aja postingan ini, aku mau bergalau- galau ria di bawah bantal.

Salam hangat,
 *dari anak- anak untuk orang tua*