Entri Populer

Minggu, 18 Oktober 2015

Kata Penghubung dalam Bahasa Tagalog

Di postingan sebelumnya, saya membahas tentang tanda penghubung atau (hypens). Di postingan kali ini, saya ingin membahas tentang kata penghubung. *Bukan untuk menghubung- hubungkan kamu dengan mantan, yak*
Menurut Wikipedia, kata penghubung disebut juga konjungsi (kata sambung), adalah kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat atau menghubungkan kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf. Kata penghubung dalam bahasa Indonesia berarti kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa.<ref name="hasan> (Indonesia) Hasan Alwi, dkk., 2003 Kamus Bahasa Indonesia Jakarta: Balai Pustaka</ref> Sedangkan pengertian yang lain dari konjungsi adalah kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam konstruksi.[1]
Dalam bahasa tagalog, kata penghubung dapat digunakan untuk situasi berikut: 
Situasi
Contoh
Kata sifat + Kata benda
Mabait na bata (anak yang baik)
Kata benda + Kata sifat 
Batang mabait (anak yang baik)
Kata ganti + Kata benda
Iyong anak (anak anda)
Kata ganti + Kata dasar
Gustó kong kumain (saya ingin makan)

Penghubung membuka pembicaraan bahasa filipina terdengar lebih baik. Orang- orang mungkin mengerti jika kita menghilangkan penghubung, tetapi mereka akan lebih mengerti jika kita menggunakan penghubung. Untuk terdengar lebih baik, tambahkan –ng untuk kata yang diakhiri huruf vokal dan -untuk kata yang diakhiri huruf n.


Jika
Lakukan
Contoh
Kata yang diakhiri huruf vokal.
Tambahkan -ng
Tayo (kita): tayong lahat (kita semua)
Kata yang diakhiri huruf n
Tanbahkan –g
Akin (saya memiliki): aking laruan (mainan saya)
Kata yang diakhiri konsonan
Gunakan pemisah kata na
Mabilis (cepat): mabilis na sasakyan (mobil cepat)

Well, itulah sekelumit tentang kata penghubung. Bukan kata yang menghubungkan kamu dengan mantan, yak.
*Ah, mulai lagi*
*sumber http://www.tagalog1.com*

Rabu, 14 Oktober 2015

Hypens dalam Bahasa Tagalog


Dalam penggunaan bahasa tertulis, tanda baca diperlukan untuk menunjukkan struktur kalimat dan intonasi pembacaan. Dalam postingan kali ini, saya akan membahas tentang hypens atau tanda hubung (...-....). Tanda hubung digunakan untuk memisahkan suku kata. Bukan untuk memisahkan hubungan antara kamu dan dia, ya.... 
*Ehm, apaan sih*
Well, lanjut ke topik bahasan. 
Menurut wikipedia, Tanda hubung atau - adalah tanda baca yang digunakan untuk menghubungkan dua kata atau memisahkan dua suku kata. Dalam standarASCII, garis hubung memiliki nomor 45. Garis hubung juga digunakan untuk nama keluarga ganda (misalnya Camilla Parker-Bowles).
Dalam bahasa Filipina, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam menggunakan tanda hubung, yaitu:
*hal ini membuktikan bahwa, segala sesuatu perlu diatur, ahayy.*
1. Gunakan tanda hubung untuk memisahkan dua kata yang identik. Contoh: dahan-dahan, turo-turo, luko-luko, taba-taba.
2. Gunakan hypen diantara awalan dan kata dasar ketika kata dasar diawali dengan huruf vokal. Hypen tidak dipakai jika kata dasar diawali dengan konsonan.
Beberapa awalan yang sering dipakai:
mag-
ika-
maki-
paki-
pag-
kasing-
labing- 
Nah, begitulah kira- kira aturannya. Hubungan juga perlu diatur supaya gak kacau dan membingunkan kamu dan dia, dan juga orang lain disekirar kamu.
*apaan sih???? Lagi ngaco nih, yang ngetik*

*sumber: http://www.tagalog1.com *

Senin, 12 Oktober 2015

Susunan Kata Dalam Bahasa Tagalog

Pola Subjek- predikat (SP) adalah ketika subjek diletakkan sebelum predikat.
Pola kalimat Predikat- Subjek (PS) adalah ketika predikat diletakkan sebelum subyek.
Dalam pola SP, penanda predikat ay diletakkan diantara subyek dan predikat. Sedangkan dalam pola PS, ay tidak digunakan.
Contoh:
SP-order
PS-order
1. Si Charina ay umaalís.
Umaalís si Charina.
Charina sedang pergi.
2. Silá ay dumádatíng.
Dumádatíng silá.
Mereka datang
3. Ang batà ay mabait.
Mabaít ang batà.
Anak- anak itu baik
Dalam beberapa kasus, subyek adalah Ang case (ditandai oleh ang atau si, jika subjeknya adalah kata benda)

Posisi 1
Posisi 2
Posisi 3
Pola SP
Subyek
AY
Predikat
Pola SP
Si Nene
AY
nagluto ng pinakbet. (memanggang pinakbet)
Pola SP
Ako
AY
mahal ni Charina. (mencintai Charina)
Pola SP
Ang mga mangga (mangga)
AY
matatamis. (permen)
Pola PS
Nagluto ng pinakbet
si Mameng
Pola PS
Mahal
ako (ni Charina).
Pola PS
Matatamis
ang mga mangga.

*sumber: http://www.tagalog1.com *

Kamis, 08 Oktober 2015

Mga pang-urì: Kata Sifat


Banyak kata sifat dalam bahasa Filipina yang diawali dengan ma-. Hanya dengan menambahkan ma- di depan kata dasar, kata itu akan berubah menjadi sebuah kata sifat.
Mga halimbawà (contoh)
Ugat (akar)
Panguri
Halimbawà (contoh)
Linis (kebersihan)
malinis
Itó ang isuot mong damit; itó ay malinis. (Pakai baju ini; itu bersih.)
Dumí
(kotoran)
madumí
Madumi ang kalyeng itó. (Jalanan kotor)
Bagal (kemalasan)
mabagal
Mabagal yata itong relong itó. (Tampaknya, jam berjalan lambat)
Bilis (kecepatan)
mabilis
Masyadong mabilis ang relo mo. (Jam tanganmu (berjalan) terlalu cepat)
Init (panas)
Mainit
Mainit pa ang café; palamigin mo muna. (Kopinya masih panas; tunggu dingin dulu)
Lamig (kesejukan)
malamig
Malamig ang aking inumin. (minumanku dingin)

Selain menggunakan awalan ma-, ada juga kata- kata yang tidak menggunakan awalan. Kata sifat yang tidak diberi awalan, biasanya adalah kata sifat yang tidak bisa dibentuk menjadi kata benda. Contoh:
busóg
Kenyang
gising
Bangun
gutóm
Lapar
Guapo/
guapa
Ganteng/ cantik
Pagód
Lelah
pangit
Jelek
payát
Kurus
punô
Penuh
sikát
Terkenal

Sumber: http://www.tagalog1.com 

Selasa, 06 Oktober 2015

Flat Washer Necklace

Akhir- akhir ini, saya sedang tertarik dengan program pemanfaatan barang- barang yang tak terpakai di rumah menjadi barang berguna. *hallah, panjang amat* Yah, pendeknya ingin mendaur ulang benda- benda tak terpakai gitu. Dan setelah observasi mendalam, saya menemukan sebuah benda yang disebut flat washer. Saya tidak tahu apa bahasa Indonesianya, gambarnya kira- kita begini:

source: http://www.turnbolt.co.za/assets/images/Stainless_1.JPG

Tahukan itu apa? Itu lho, lempengan besi berbentuk lingkaran yang tengahnya bolong kayak donat.
Nah, ntah bagaimana ceritanya benda- benda itu teronggok di gudang, saya tidak tahu. Yang pasti bisa didaur ulang menjadi sesuatu. Kali ini, ide yang tercetus adalah membuat kalung (enggak deng, idenya dari http://www.instructables.com/). Kalau sumber aslinya menggunakan pita, saya menggunakan kabel earphone yang sudah rusak. (di rumah gak ada pita dan malas beli.) Jadi pakai yang ada  dan bisa dimanfaatkan aja, yak J
Baiklah, kita mulai dengan menyiapkan bahan- bahan dan alat- alat, yaitu:
1.    Kabel earphone
2.    Flat washer
3.    Gunting
Kalau udah siap, kita mulai membuatnya.
Potong ujung- ujung earphone, sesuaikan panjangnya sesuai selera.
Tenun kabel earphone ke dalam flat washer dengan cara:
-      Tarik kabel ke dalam sisi washer pertama
-      Tarik lagi kabel tersebut ke sisi tengah washer ke dua.
-      Tarik kembali kabel tersebut ke tengah sisi washer pertama.
-      Tarik kuat- kuat.
-      Ulangi tahap 1-4 untuk washer selanjutnya dan selanjutnya.
Setelah washer terakhir ditenun dengan menarik akhir kabel dan washer terakhir, tarik ujung kabel melalui lingkaran yang dibuat di ujung kabel yang akan menjadi simpul akhir kalung.
Nah, begitulah tutorial blogger amatir. Semoga dapat dipahami. Kalau sekiranya tutorialnya ngaco, kunjungi aja sumber aslinya di http://www.instructables.com/id/Washer-Necklace/.

*Suwerte, semoga berhasil J *

Minggu, 04 Oktober 2015

Holla, Introduce myself, I’m a writer

Hola kumusta, sepertinya sudah lama saya tidak memposting sesuatu di sini. Dan hari ini saya mau memposting sebuah pengumuman yang (tidak) penting.
As the title, I’m a writer. Yes, I’m a writer right know. Bukan hanya penulis status di facebook, tapi menulis novel. Novel, saudara- saudara.....
*Hallah*
Judulnya, Heart Vacancy.

Anyway, saya gak bermaksud promosi. Tapi kalau penasaran, unduh aja novelnya lewat playstore J
(Untuk mengetik beberapa paragraf (tidak) penting di atas, saya berkali- kali menekan tombol backspace. Bukan karena tidak tahu apa yang mau diketik. Sejak tadi pagi, begitu lihat newsfeed di facebook, kepala saya penuh dengan berbagai hal yang saya ingin semua orang tahu. Tapi saya terlalu malu untuk mengekspresikan perasaan saya bahkan untuk memberitahu orang- orang terdekat saja, saya malu.)
Mau pamer tapi malu, *apa- apaan ini???*
Iya, saya mau pamer kalau novel saya sudah terbit. Tapi saya malu buat bilang- bilang ke orang lain. Takut aja kalau novelnya terlalu alay, terlalu mainstream, klise, etc, etc.
Karena saya juga begitu. Agak akward gimana gitu waktu baca novel yang sudah jadi itu. Gak akan jadi masalah kalau yang membaca orang yang tidak saya kenal. Tapi kalau keluarga dan teman- teman yang baca dan merasa novel ini terasa alay, em..... *gak sanggup ngelanjutin ketikannya*
Dan untuk itu, saya memutuskan untuk menjadi penulis yang invisible saja. Biar mereka tahu novel saya tapi tidak tahu siapa yang menulisnya. *sok misterius gitu*
Ahayyy, merasa punya karya bagus aja, padahal..... *lagi- lagi gak sanggup melanjutkan ketikan*
Ah, apapun itu, saya sudah berusaha. Mau bagus atau tidak, biarlah yang membaca yang menilai. Lagipula, saya sudah banyak mengalami penolakan. Berkali- kali mengirimkan naskah ke penerbit, berkali- kali juga ditolak. Tapi, itu bukan akhir. Saya percaya itu. Lagipula, segala sesuatu punya waktunya masing- masing. Gak bisa dipaksa karena hidup kita gak sepenuhnya sesuai rencana kita. We do our best and God do the rest.
Seorang teman pernah bilang, "Kalau harapan dan rencana- rencanamu tidak tercapai, bukan karena Tuhan tidak menghargai usahamu tapi karena Dia ingin kau terus berusaha, berlatih menjadi yang terbaik. Jangan jadi mahluk manja yang hanya bermodal air mata dan doa. "
Selain doa, perlu terus latihan dan instropeksi. Kalau ditolak, pasti ada sesuatu yang tidak tepat.
Saya teringat dengan sebuah quote dari Octavia Butler:
“You don’t start out writing good stuff. You start out writing crap and thinking it’s good stuff, and then gradually you get better at it. That’s way I say one the most valuable traits is persistence.”
Saya memaknainya begini: Kita tidak pernah memulai sesuatu dan hasilnya akan baik. Pasti dalam prosesnya akan ada kesalahan dan kegagalan. Tapi dengan terus mencoba dengan tekun, semuanya akan diakhiri dengan baik. Keep presistence.
Gak apa- apa, kalau tulisan saya kali ini buruk, besok- besok tulisan saya akan menjadi baik kalau saya tetap menulis dengan tekun.
*Menggurui diri sendiri*
Well, keep fighting and keep trying to do the best. Keep persistence.

*Hallah, super sekali ;)*