Entri Populer

Kamis, 10 September 2015

Memperkenalkan diri (Pagpakilala)

Memperkenalkan diri (Pagpakilala)

Punya teman baru orang Filipina? Pengen sok akrab dengan sok- sok bisa berbahasa Tagalog? Nih saya kasih tahu caranya (Heeh, sok tahu, saya. Tanya- tanya Om Google aja pun, hehehhe)
Katakan"akó si" atau "akó pô si," diikuti nama untuk memperkenalkan diri.
Informal
Akó si __________ (namamu). 
Kumustá, kamí siná __________ at __________ (namamu dan nama temanmu). 
Mabuti. Mabuti namán. 
Formal
Akó pô si __________ (namamu). 
Kumustá pô, kamí pô siná __________ at __________ (namamu dan nama temanmu ). )
Mabuti pô. Mabuti pô namán. 
Contoh lain:
Kalau mau nanya nama orang:
Anong panganlan mo? (Siapa namanu?)
Dijawab:
Ang panganlan ko ay..... (Nama saya.......)
Kalau mau memperkenalkan diri:
Haayan mo akong ipikilala ang sarili ko (Izinkan saya memperkenalkan diri)

Anong pangalan mo? (siapa namamu?)

Ako si __________ (namamu) (Saya __________)
Ikinagagalak kong makilala ka, __________. __________  (nama lawan bicara) ang pangalan ko. (Senang berkenalan dengan anda, nama saya __________).
Kalau mau tanya kabar atau sekedar berbasa- basi
Kumusta ka, __________? (Apa kabar kamu, __________?)
Maayos ka lang ba (Apakah kamu baik- baik saja?)
Kumusta naman? (Bagaimana kabarnya?)
Bisa dijawab dengan:
Mabuti. Ikaw? (Mabuti. Kamu?)
Mabuti. (Baik)
Maayos na maayos ako. (Keadaan saya sangat baik)
Maayos ako saya (Baik- baik saja)
Maigi naman. (cukup baik)
Hindi mayadong maayos. (Tidak terlalu baik)
Kalau kamu merasa dia orang Filipuna tapi kamu gak yakin, tanya deh:
Ano ang iyong nasyonalidad? (Apakah kebangsaan kamu?)
Mau nanya tempat tinggal (mungkin kamu mau numpang makan, hehhehe)
Saan ka nakatira (Di mana kamu tinggal?)
Dijawab:
Nakatira ako __________ (Saya tinggal di__________)
Kalau merasa basa- basinya udah cukup dan mau undur diri:
Paumahin (Permisi)
Ipagpaumanhin mo ang aking pag istorbo sa iyo (maafkan saya mengganggu anda)
Ipagpaumanhin mo po (Saya mohon maaf)
Salamat (terima kasih)
Dijawab:
Salamat. Ikaw din (Terimakasih. Begitu juga anda.)
Yep, segitu dulu perkenalannya. Paumahin J
*disarikan dari berbagai sumber*


Rabu, 09 September 2015

Pola Kalimat dalam Bahasa Tagalog


Bahasa Tagalog, sama seperti bahasa- bahasa lainnya di muka bumi ini mempunyai pola- pola yang entah siapa yang menyepakati bersama dan diturunkan hingga kini dan menjadi pola baku yang dimengerti oleh pengguna bahasa.Entah mengapa mesti begitu, pengguna bahasa merasa begitulah yang benar.
(Ups, sorry kalau pada gak ngerti. Yang ngetik lagi ngaco, hehehe)
Okeh, back to the topic.
Misalnya, dalam mendeskripsikan seseorang atau sesuatu. Dimulai dengan kata benda atau kata ganti. Lalu penanda predikat, dan kemudian ditambah kata sifat/ kata benda/ dan kata ganti.
Ribet, yak??? Simpelnya, kalau pola kalimat dalam bahasa Indonesia adalah Subjek + Predikat + Objek + Keterangan, pola kalimat dalam Bahasa Tagalog adalah Subjek +Penanda Predikat+Predikat + Objek + Keterangan. Subyek dan kata keterangan bisa lebih dari satu. Penanda predikat adalah kata ‘ay’. (bukan ‘ayang’ okeh? *Ups, salah fokus lagi*)
Okeh, kembali fokus.
Secara keseluruhan, ada tiga pola dasar kalimat Bahasa Tagalog, yaitu:
1.  Mendeskripsikan seseorang atau sesuatu
2.  Seseorang atau sesuatu yang sedang melakukan sesuatu (kalimat aktif)
3.  Sesuatu yang terjadi pada seseorang (kalimat pasif)
Contoh kalimat:
BI (Bahasa Indonesia) :Kiko belum siap .

BT (Bahasa Tagalog): Kiko (subyek) ay (penanda predikat) hindi pa handa (kata sifat). 
Note: postingan ini adalah hasil penulisan ulang dan penerjemahan bebas dari:  http://www.tagalog1.com/. Jika ada kesalahan dalam penyampaian maksud, saya mohon maaf karena saya juga masih belajar. 

Selasa, 08 September 2015

Katakan “Ya”, “Tidak”, “Tetapi”, “Dan”, “Atau”



Jumpa lagi, teman- teman. Kali ini saya mau berbagi tentang bagaimana mengatakan “Ya”, “Tidak”, “Tetapi”, “Dan”, “Atau”
*ribet ngetiknya, hehe*
Kan gak seru kalau ditanya sesuatu cuma ngangguk- ngangguk atau geleng- geleng kepala doang. Ya seenggaknya ada respon walaupun cuma bilang iya atau enggak walaupun sebenarnya gak ngerti, hehehheee :) 
Anyway, Bahasa Tagalog (menurut saya) adalah bahasa yang unik. Mungkin, karena saya terbiasa dengan bahasa Indonesia. 
Misalnya kata “oo”
Biasanya saya bilang “Oo” kalau kaget atau ketahuan berbuat salah (Oo, ketahuan, gitu misalnya) Tapi kalau dalam bahasa Tagalog, ‘Oo’ itu berarti iya. Penggunaan kata ‘po’ menunjukkan rasa hormat dan sopan. (jadinya "opò")
Ada lagi “hindi”
Kalau dengar kata "Hindi" saya selalu mengasosiasikannya dengan bahasa nasional India, Bahasa Hindi. Tapi dalam Bahasa Tagalog “hindi” berarti “tidak”.
Katakan "hindî" atau tambahkan ‘po’ (Jadinya “Hindi po) untuk mengatakan “tidak”
Kata “At” berarti “dan”. 
*Gak cuma bahasa Inggris yang punya kata 'AT' yang merupakan preposisi, “At dalam Bahasa Tagalog berarti :dan”
“Pero” artinya tetapi.
*Kayak nama sebuah negara di Amerika Selatan yang ibukotanya adalah Lima, yak* Eh, itu mah Peru ya????
Dan “O” adalah “atau”.

*Kadang, suka ketuker antara mau nyebut huruf 'O' atau mau bilang 'atau'* 


Rabu, 02 September 2015

TAGALOG’S VOCABULARIES OF THE DAY: Hari, Bulan, dan Tahun


Hallo, apa kabar. Hari ini, akibat keisengan tingkat tinggi karena lagi males mikir dan kerjaan numpuk sangat membuat tidak berselera, saya pengen mem-posting sesuatu yang mungkin banyak orang udah pada tahu. Dan karena iseng dan lagi males mikir saya nanya- nanya sama Om Google Translate (anaknya Mbah Google, mungkin.... Eh, kalau Mbah Google punya anak, emang istrinya siapa?  )
*Apa urusannya ngetik tentang silsilah Mbah Google? Udah iseng, absurd lagi!!!!*
Ah, sudahlah, daripada kepala makin pening, mending langsung aja, check it down!
Bahasa Indonesia
Bahasa Tagalog
Espanol
Minggu
Linggo
Semana
Hari
Araw
Dia
Senin
Lunes
Lunes
Selasa
Martes
Martes
Rabu
Miyerkoles
Miercoles
Kamis
Huwebes
Juevnes
Jum`at
Biyernes
Viernes
Sabtu
Sabado
Sabado
Minggu
Lingo
Domingo
Bulan
Buwan
Mes
Januari
Enero
Enero
Februari
Pebrero
Febrero
Maret
Marso
Marzo
April
Abril
Abril
Mei
Mayo
Mayo
Juni
Hunyo
Junio
Juli
Hulyo
Julio
Agustus
Agosto
Agosto
September
Setyembre
Septiembre
Oktober
Oktubre
Octubre
November
Nobyembre
Noviembre
Desember
Disyembre
Diciembre
Tahun
Taon
Ano

Nah, itulah hasil keisengan saya siang ini. Anyway, kalau diperhatikan sekilas, nama- nama hari, bulan, tahun, seperti perpaduan antara bahasa Indonesia, Spanyol, dan Inggris, yak?
Yak, mungkin (lagi- lagi mungkin, kan saya lagi males mikir, hehehe) karena Filipina dijajah Spanyol dan Amerika.
Ngetik- ngetik soal penjajahan Filipina, saya jadi iseng nanya- nanya sama Tante Wikipedia (Ahahaha, saya gak tahu pasti Wikipedia itu Tante atau Om, tapi kayaknya lebih asyik manggil tante, deh.) tentang Sejarah Filipina.
Tahun 1521, Ferdinand Magellan mengunjungi (itu istilah dari saya aja, biar agak beda dengan buku- buku sejarah) ke Pulau Homonhon. Sebelum itu, suku- suku Negrito dan kemudian orang- orang Austonesia telah lebih dulu menginjakkan kaki dan membentuk kerajaan hingga membentuk negara kecil  di Filipina yang berkembang sekitar abad ke- 10.
Tahun 1565 menjadi awal derita Filipina. Miguel Lopez de Legazpi mendirikan pemukiman San Miguel di Pulau Cebu, Teluk Manila di Luzon (1571). Di kota itu, didirikan kota baru yang menandai penjajahan Spanyol selama kira- kira tiga ratus tahun. Sadis!!!
*Lebih sadis Belanda, deh. Mereka menjajah Indonesia 350 tahun!!!*
Pantes aja sih, kebudayaan Spanyol begitu mempengaruhi kebudayaan Filipina pada saat ini karena selain melakukan tindakan sadis yang disebut dengan penjajahan, mereka membangun fasilitas umum seperti sekolah, univeristas, dan rumah sakit, khususnya di bagian utara Filipina. Iya sih,  tujuannya 3G itu, glory, gospel, and Gold. Tujuan yang agak absurd karena menjajah demi memperkaya diri sendiri tapi juga menyebarkan agama.
Penjajahan yang begitu lama itu juga seiring dengan percampuran budaya antara Spanyol dan Filipina. Pengaruh Spanyol yang masih melekat di sana yaitu nama penduduk, agama, hingga ciri- ciri fisik penduduknya karena pada masa itu terjadi perkawinan campuran antara orang- orang Spanyol dan penduduk setempat. Bahasa Tagalog, sebagai bahasa nasional di sana juga ikut- ikut mendapat pengaruh dari Bahasa Spanyol. Yah, seperti nama- nama hari dan bulan yang dibahas di awal. 

Yep, inilah hasil keisengan saya pagi ini. Semoga keisengan hari ini ada manfaatnya. Dan berhubung deadline udah di depan mata, sepertinya keisengan saya harus ditunda dulu.

Minggu, 30 Agustus 2015

Aksen (Accent) dalam Bahasa Tagalog

Hai, hai, kumusta, kaibigan...... pada postingan kali ini, saya mau share tentang accent (aksen) dan word stress (penekanan) dalam bahasa tagalog.
Aksen sendiri adalah –menurut wikipedia-  suku kata sebuah kalimat yang diucapkan dengan penekanan terbanyak (https://id.wikipedia.org/wiki/Aksen) dan penekanan kata atau word stress –bukan kata yang depresi, yak-
*Emang ada yang mikir kalau word stress adalah kata yang depresi? Yang ngetik nih, yang depresi.*
*Note: sumber postingan ini adalah: http://www.tagalog1.com/. Saya hanya menuliskan kembali sesuai dengan pemahaman saya. Kalau ada yang janggal, silakan kunjungi web-nya. Lebih akurat, kok. J*
Well, seperti bahasa Mandarin, Bahasa tagalog juga punya empat macam accents yaitu:  
-      Malumay
-      Malumì
-      Mabilís
-      Maragsâ
Secara teknis, aksen adalah bagian dari bahasa tulis. Dalam prakteknya banyak pengguna bahasa Tagalog menghilangkan aksen tersebut. Jika kamu tumbuh dengan bahasa ini, kamu akan tahu bagaimana melafalkan kata- kata. Jika tidak, kamu akan menemukan aksen untuk membantu dalam pelafalan.
Yang pertama adalah Malumay.
Tempatkan penekanan pada suka kata kedua sampai suku kata terakhir. Malumay tidak memiliki tanda aksen.
Kedua, Malumì.
Seperti malumay, tekankan kata- kata  malumì di suku kata semifinal. Perbedaan glottal stop (apa ya istilah dalam bahasa Indonesia??? Saya beneran lupa materi kelas Fonologi di kampus entah zaman kapan itu L) di suku kata terakhir; berhenti pada bunyi huruf vokal pendek di tenggorokan. Suaranya seperti ketika mengucapkan “uh-oh”, di mana suku kata pertama berakhir pendek di tenggorokan. Kata- kata Malumì seperti itu, kecuali glottal stop berada di suku kata terakhir.  
Tandai huruf vokal terakhir dengan grave accent (‘)(aksen nontirus- itu Bahasa Indonesianya dan pahiwa Bahasa Tagalognya-)
Catatan: Aksen Mark (tanda bunyi) hanya ditempatkan di huruf vokal. Konsonan tidak pernah diberi tanda bunyi.
Ketiga, mabilís
Tempatkan penekanan di suku kata terakhir. Tandai huruf vokal terakhir dengan acute accent (´), (aksen tirus, itu bahasa Indonesianya dan dalam Bahasa Tagalog disebut pahilís)
Dan yang terakhir adalah Maragsâ
Seperti mabilis, penekanan kata- kata maragsâ di suku kata terakhir. Perbedaannya adalah glottal stop di suku kata terakhir; berhenti pada bunyi huruf vokal pendek pada tenggorokan. Bunyinya seperi saat mengucapkan “uh-oh”, dimana suku kata pertama berhenti di tenggorokan.  Kata- kata maragsâ juga seperti itu, kecuali glottal stop berada di suku kata terakhir.
Jadi, kata- kata maragsâ words seperti mabilis, kecuali ,kata- kata tersebut  berakhir di glottal-stopped vowel. Kata- kata maragsâ seperti  malumi, kecuali penekanan terakhir di suku kata terakhir.
Tanda bunyi di huruf vokal terakhir dengan circumflex accent (^) (sirkumfleks) dalam Bahasa Indonesia dan disebut pakupyâ dalam bahasa Tagalog)  
Nah itulah sodara- sodara sekalian pembahasan tentang accent and word stress-nya. Semoga bermanfaat.
Cukup sekian dan terima kasih.

*Aiyaya yang ngetik berasa lagi pidato, kali*