Entri Populer
-
Hai, hai, kumusta ka na? Apa kabar, pada postingan kali ini, saya mau membahas istilah- istilah slang dalam bahasa Tagalog. Bahasa slang...
-
Halo,kumusta? Hari ini, saya iseng membaca fanfic Chicser dalam Bahasa Tagalog. Saking isengnya, saya jadi pusing karena banyak kata- kat...
-
Selamat malam, itu bahasa Indonesianya. Kalau bahasa Inggrisnya adalah good night dan bahasa Belandanya adalah goede natch. *Ya tahu, ini...
-
Bahasa Tagalog, sama seperti bahasa- bahasa lainnya di muka bumi ini mempunyai pola- pola yang entah siapa yang menyepakati bersama dan ...
-
Memperkenalkan diri (Pagpakilala) Punya teman baru orang Filipina? Pengen sok akrab dengan sok- sok bisa berbahasa Tagalog? Nih saya ka...
-
Kata Tanya Dalam Bahasa Tagalog sino? siapa? ano? apa? kailan? kapan? ...
-
Beberapa minggu terakhir ini, saya lagi keranjingan nonton film Filipina. ‘Romantic Hopeless’, Diary ng Panget’, dan Talk Back You’re D...
-
Hi. Kumusta J apa kabar??? Hari ini, ada kabar gembira...... *soal kulit manggis?* -korban iklan- Oh, tentu tidak. Setelah browsing...
-
Di postingan sebelumnya, saya membahas tentang tanda penghubung atau (hypens). Di postingan kali ini, saya ingin membahas tentang kata peng...
-
Bahasa nasional Filipina adalah Tagalog yang pada awalnya hanya dipakai di Manila dan provinsi- provinsi sekitarnya ketika Konstitusi Perse...
Kamis, 10 September 2015
Memperkenalkan diri (Pagpakilala)
Memperkenalkan diri (Pagpakilala)
Anong pangalan mo? (siapa namamu?)
Rabu, 09 September 2015
Pola Kalimat dalam Bahasa Tagalog
Bahasa Tagalog, sama seperti
bahasa- bahasa lainnya di muka bumi ini mempunyai pola- pola yang entah siapa
yang menyepakati bersama dan diturunkan hingga kini dan menjadi pola baku yang
dimengerti oleh pengguna bahasa.Entah mengapa mesti begitu, pengguna bahasa
merasa begitulah yang benar.
(Ups, sorry kalau pada gak
ngerti. Yang ngetik lagi ngaco, hehehe)
Okeh, back to the topic.
Misalnya, dalam
mendeskripsikan seseorang atau sesuatu. Dimulai dengan kata benda atau kata
ganti. Lalu penanda predikat, dan kemudian ditambah kata sifat/ kata benda/ dan
kata ganti.
Ribet, yak??? Simpelnya, kalau
pola kalimat dalam bahasa Indonesia adalah Subjek + Predikat + Objek +
Keterangan, pola kalimat dalam Bahasa Tagalog adalah Subjek +Penanda
Predikat+Predikat + Objek + Keterangan. Subyek dan kata keterangan bisa lebih
dari satu. Penanda predikat adalah kata ‘ay’. (bukan ‘ayang’ okeh? *Ups, salah
fokus lagi*)
Okeh, kembali fokus.
Secara keseluruhan, ada tiga
pola dasar kalimat Bahasa Tagalog, yaitu:
1. Mendeskripsikan seseorang atau
sesuatu
2. Seseorang atau sesuatu yang
sedang melakukan sesuatu (kalimat aktif)
3. Sesuatu yang terjadi pada
seseorang (kalimat pasif)
Contoh kalimat:
BI (Bahasa Indonesia) :Kiko
belum siap .
BT (Bahasa Tagalog): Kiko
(subyek) ay (penanda predikat) hindi pa handa (kata sifat).
Note: postingan ini adalah hasil penulisan ulang dan penerjemahan bebas dari: http://www.tagalog1.com/. Jika ada kesalahan dalam penyampaian maksud, saya mohon maaf karena saya juga masih belajar.
Selasa, 08 September 2015
Katakan “Ya”, “Tidak”, “Tetapi”, “Dan”, “Atau”
Jumpa lagi, teman- teman. Kali ini saya mau
berbagi tentang bagaimana mengatakan “Ya”, “Tidak”, “Tetapi”, “Dan”, “Atau”
*ribet ngetiknya, hehe*
Kan gak seru kalau ditanya sesuatu cuma
ngangguk- ngangguk atau geleng- geleng kepala doang. Ya seenggaknya ada respon
walaupun cuma bilang iya atau enggak walaupun sebenarnya gak ngerti, hehehheee
:)
Anyway, Bahasa Tagalog (menurut saya)
adalah bahasa yang unik. Mungkin, karena saya terbiasa dengan bahasa
Indonesia.
Misalnya kata “oo”
Biasanya saya bilang “Oo” kalau kaget atau
ketahuan berbuat salah (Oo, ketahuan, gitu misalnya) Tapi kalau dalam bahasa
Tagalog, ‘Oo’ itu berarti iya. Penggunaan kata ‘po’ menunjukkan rasa hormat dan
sopan. (jadinya "opò")
Ada lagi “hindi”
Kalau
dengar kata "Hindi" saya selalu mengasosiasikannya dengan bahasa
nasional India, Bahasa Hindi. Tapi dalam Bahasa Tagalog “hindi” berarti “tidak”.
Katakan "hindî" atau tambahkan ‘po’
(Jadinya “Hindi po) untuk mengatakan “tidak”
Kata “At” berarti “dan”.
*Gak cuma bahasa Inggris yang punya kata
'AT' yang merupakan preposisi, “At dalam Bahasa Tagalog berarti :dan”
“Pero” artinya tetapi.
*Kayak
nama sebuah negara di Amerika Selatan yang ibukotanya adalah Lima, yak* Eh, itu
mah Peru ya????
Dan “O” adalah “atau”.
*Kadang,
suka ketuker antara mau nyebut huruf 'O' atau mau bilang 'atau'*
Rabu, 02 September 2015
TAGALOG’S VOCABULARIES OF THE DAY: Hari, Bulan, dan Tahun
Hallo,
apa kabar. Hari ini, akibat keisengan tingkat tinggi karena lagi males mikir dan
kerjaan numpuk sangat membuat tidak berselera, saya pengen mem-posting sesuatu
yang mungkin banyak orang udah pada tahu. Dan karena iseng dan lagi males mikir
saya nanya- nanya sama Om Google Translate (anaknya Mbah Google, mungkin....
Eh, kalau Mbah Google punya anak, emang istrinya siapa? )
*Apa
urusannya ngetik tentang silsilah Mbah Google? Udah iseng, absurd lagi!!!!*
Ah,
sudahlah, daripada kepala makin pening, mending langsung aja, check it down!
Bahasa Indonesia
|
Bahasa Tagalog
|
Espanol
|
Minggu
|
Linggo
|
Semana
|
Hari
|
Araw
|
Dia
|
Senin
|
Lunes
|
Lunes
|
Selasa
|
Martes
|
Martes
|
Rabu
|
Miyerkoles
|
Miercoles
|
Kamis
|
Huwebes
|
Juevnes
|
Jum`at
|
Biyernes
|
Viernes
|
Sabtu
|
Sabado
|
Sabado
|
Minggu
|
Lingo
|
Domingo
|
Bulan
|
Buwan
|
Mes
|
Januari
|
Enero
|
Enero
|
Februari
|
Pebrero
|
Febrero
|
Maret
|
Marso
|
Marzo
|
April
|
Abril
|
Abril
|
Mei
|
Mayo
|
Mayo
|
Juni
|
Hunyo
|
Junio
|
Juli
|
Hulyo
|
Julio
|
Agustus
|
Agosto
|
Agosto
|
September
|
Setyembre
|
Septiembre
|
Oktober
|
Oktubre
|
Octubre
|
November
|
Nobyembre
|
Noviembre
|
Desember
|
Disyembre
|
Diciembre
|
Tahun
|
Taon
|
Ano
|
Nah,
itulah hasil keisengan saya siang ini. Anyway, kalau diperhatikan sekilas,
nama- nama hari, bulan, tahun, seperti perpaduan antara bahasa Indonesia,
Spanyol, dan Inggris, yak?
Yak,
mungkin (lagi- lagi mungkin, kan saya lagi males mikir, hehehe) karena Filipina
dijajah Spanyol dan Amerika.
Ngetik-
ngetik soal penjajahan Filipina, saya jadi iseng nanya- nanya sama Tante
Wikipedia (Ahahaha, saya gak tahu pasti Wikipedia itu Tante atau Om, tapi
kayaknya lebih asyik manggil tante, deh.) tentang Sejarah Filipina.
Tahun
1521, Ferdinand Magellan mengunjungi (itu istilah dari saya aja, biar agak beda
dengan buku- buku sejarah) ke Pulau Homonhon. Sebelum itu, suku- suku Negrito
dan kemudian orang- orang Austonesia telah lebih dulu menginjakkan kaki dan membentuk
kerajaan hingga membentuk negara kecil di
Filipina yang berkembang sekitar abad ke- 10.
Tahun
1565 menjadi awal derita Filipina. Miguel Lopez de Legazpi mendirikan pemukiman
San Miguel di Pulau Cebu, Teluk Manila di Luzon (1571). Di kota itu, didirikan
kota baru yang menandai penjajahan Spanyol selama kira- kira tiga ratus tahun.
Sadis!!!
*Lebih
sadis Belanda, deh. Mereka menjajah Indonesia 350 tahun!!!*
Pantes
aja sih, kebudayaan Spanyol begitu mempengaruhi kebudayaan Filipina pada saat
ini karena selain melakukan tindakan sadis yang disebut dengan penjajahan,
mereka membangun fasilitas umum seperti sekolah, univeristas, dan rumah sakit,
khususnya di bagian utara Filipina. Iya sih,
tujuannya 3G itu, glory, gospel, and Gold. Tujuan yang agak absurd
karena menjajah demi memperkaya diri sendiri tapi juga menyebarkan agama.
Penjajahan yang
begitu lama itu juga seiring dengan percampuran budaya antara Spanyol dan
Filipina. Pengaruh Spanyol yang masih melekat di sana yaitu nama penduduk, agama, hingga ciri- ciri fisik penduduknya karena pada masa itu terjadi perkawinan campuran antara orang- orang Spanyol dan penduduk setempat. Bahasa Tagalog, sebagai bahasa nasional di sana juga ikut- ikut mendapat pengaruh dari Bahasa Spanyol. Yah, seperti nama- nama hari dan bulan yang dibahas di awal.
Yep,
inilah hasil keisengan saya pagi ini. Semoga keisengan hari ini ada manfaatnya.
Dan berhubung deadline udah di depan mata, sepertinya keisengan saya harus
ditunda dulu.
Minggu, 30 Agustus 2015
Aksen (Accent) dalam Bahasa Tagalog
Hai, hai, kumusta, kaibigan...... pada postingan kali
ini, saya mau share tentang accent (aksen) dan word stress (penekanan) dalam
bahasa tagalog.
Aksen sendiri adalah –menurut wikipedia- suku kata sebuah kalimat yang
diucapkan dengan penekanan terbanyak (https://id.wikipedia.org/wiki/Aksen) dan penekanan kata atau word stress –bukan kata yang depresi, yak-
*Emang ada yang mikir kalau word stress adalah kata yang depresi? Yang
ngetik nih, yang depresi.*
*Note: sumber postingan ini adalah: http://www.tagalog1.com/.
Saya hanya menuliskan kembali sesuai dengan pemahaman saya. Kalau ada yang
janggal, silakan kunjungi web-nya. Lebih akurat, kok. J*
Well, seperti bahasa Mandarin, Bahasa tagalog juga punya empat macam
accents yaitu:
-
Malumay
-
Malumì
-
Mabilís
-
Maragsâ
Secara teknis, aksen adalah bagian dari bahasa tulis. Dalam
prakteknya banyak pengguna bahasa Tagalog menghilangkan aksen tersebut. Jika
kamu tumbuh dengan bahasa ini, kamu akan tahu bagaimana melafalkan kata- kata.
Jika tidak, kamu akan menemukan aksen untuk membantu dalam pelafalan.
Yang pertama adalah Malumay.
Tempatkan penekanan pada suka kata kedua sampai suku
kata terakhir. Malumay tidak memiliki tanda aksen.
Kedua, Malumì.
Seperti malumay, tekankan kata- kata malumì di
suku kata semifinal. Perbedaan glottal stop (apa ya istilah dalam bahasa
Indonesia??? Saya beneran lupa materi kelas Fonologi di kampus entah zaman
kapan itu L) di suku kata terakhir; berhenti pada bunyi huruf vokal pendek di
tenggorokan. Suaranya seperti ketika mengucapkan “uh-oh”, di mana suku kata
pertama berakhir pendek di tenggorokan. Kata- kata Malumì seperti itu, kecuali
glottal stop berada di suku kata terakhir.
Tandai huruf vokal terakhir dengan grave accent (‘)(aksen nontirus- itu
Bahasa Indonesianya dan pahiwa Bahasa Tagalognya-)
Catatan: Aksen Mark (tanda bunyi) hanya ditempatkan di huruf vokal.
Konsonan tidak pernah diberi tanda bunyi.
Ketiga, mabilís
Tempatkan penekanan di suku kata terakhir. Tandai huruf vokal terakhir
dengan acute accent (´), (aksen tirus, itu bahasa Indonesianya dan dalam Bahasa
Tagalog disebut pahilís)
Dan yang terakhir adalah Maragsâ
Seperti mabilis, penekanan kata-
kata maragsâ di suku kata terakhir. Perbedaannya adalah glottal stop di suku
kata terakhir; berhenti pada bunyi huruf vokal pendek pada tenggorokan.
Bunyinya seperi saat mengucapkan “uh-oh”, dimana suku kata pertama berhenti di
tenggorokan. Kata- kata maragsâ juga
seperti itu, kecuali glottal stop berada di suku kata terakhir.
Jadi, kata- kata maragsâ words seperti
mabilis, kecuali ,kata- kata tersebut berakhir di glottal-stopped vowel. Kata-
kata maragsâ seperti malumi, kecuali
penekanan terakhir di suku kata terakhir.
Tanda bunyi di huruf vokal terakhir
dengan circumflex accent (^) (sirkumfleks) dalam Bahasa Indonesia dan disebut pakupyâ
dalam bahasa Tagalog)
Nah itulah sodara- sodara sekalian pembahasan
tentang accent and word stress-nya. Semoga bermanfaat.
Cukup sekian dan terima kasih.
*Aiyaya yang ngetik berasa lagi
pidato, kali*
Langganan:
Postingan (Atom)