Entri Populer

Rabu, 02 September 2015

TAGALOG’S VOCABULARIES OF THE DAY: Hari, Bulan, dan Tahun


Hallo, apa kabar. Hari ini, akibat keisengan tingkat tinggi karena lagi males mikir dan kerjaan numpuk sangat membuat tidak berselera, saya pengen mem-posting sesuatu yang mungkin banyak orang udah pada tahu. Dan karena iseng dan lagi males mikir saya nanya- nanya sama Om Google Translate (anaknya Mbah Google, mungkin.... Eh, kalau Mbah Google punya anak, emang istrinya siapa?  )
*Apa urusannya ngetik tentang silsilah Mbah Google? Udah iseng, absurd lagi!!!!*
Ah, sudahlah, daripada kepala makin pening, mending langsung aja, check it down!
Bahasa Indonesia
Bahasa Tagalog
Espanol
Minggu
Linggo
Semana
Hari
Araw
Dia
Senin
Lunes
Lunes
Selasa
Martes
Martes
Rabu
Miyerkoles
Miercoles
Kamis
Huwebes
Juevnes
Jum`at
Biyernes
Viernes
Sabtu
Sabado
Sabado
Minggu
Lingo
Domingo
Bulan
Buwan
Mes
Januari
Enero
Enero
Februari
Pebrero
Febrero
Maret
Marso
Marzo
April
Abril
Abril
Mei
Mayo
Mayo
Juni
Hunyo
Junio
Juli
Hulyo
Julio
Agustus
Agosto
Agosto
September
Setyembre
Septiembre
Oktober
Oktubre
Octubre
November
Nobyembre
Noviembre
Desember
Disyembre
Diciembre
Tahun
Taon
Ano

Nah, itulah hasil keisengan saya siang ini. Anyway, kalau diperhatikan sekilas, nama- nama hari, bulan, tahun, seperti perpaduan antara bahasa Indonesia, Spanyol, dan Inggris, yak?
Yak, mungkin (lagi- lagi mungkin, kan saya lagi males mikir, hehehe) karena Filipina dijajah Spanyol dan Amerika.
Ngetik- ngetik soal penjajahan Filipina, saya jadi iseng nanya- nanya sama Tante Wikipedia (Ahahaha, saya gak tahu pasti Wikipedia itu Tante atau Om, tapi kayaknya lebih asyik manggil tante, deh.) tentang Sejarah Filipina.
Tahun 1521, Ferdinand Magellan mengunjungi (itu istilah dari saya aja, biar agak beda dengan buku- buku sejarah) ke Pulau Homonhon. Sebelum itu, suku- suku Negrito dan kemudian orang- orang Austonesia telah lebih dulu menginjakkan kaki dan membentuk kerajaan hingga membentuk negara kecil  di Filipina yang berkembang sekitar abad ke- 10.
Tahun 1565 menjadi awal derita Filipina. Miguel Lopez de Legazpi mendirikan pemukiman San Miguel di Pulau Cebu, Teluk Manila di Luzon (1571). Di kota itu, didirikan kota baru yang menandai penjajahan Spanyol selama kira- kira tiga ratus tahun. Sadis!!!
*Lebih sadis Belanda, deh. Mereka menjajah Indonesia 350 tahun!!!*
Pantes aja sih, kebudayaan Spanyol begitu mempengaruhi kebudayaan Filipina pada saat ini karena selain melakukan tindakan sadis yang disebut dengan penjajahan, mereka membangun fasilitas umum seperti sekolah, univeristas, dan rumah sakit, khususnya di bagian utara Filipina. Iya sih,  tujuannya 3G itu, glory, gospel, and Gold. Tujuan yang agak absurd karena menjajah demi memperkaya diri sendiri tapi juga menyebarkan agama.
Penjajahan yang begitu lama itu juga seiring dengan percampuran budaya antara Spanyol dan Filipina. Pengaruh Spanyol yang masih melekat di sana yaitu nama penduduk, agama, hingga ciri- ciri fisik penduduknya karena pada masa itu terjadi perkawinan campuran antara orang- orang Spanyol dan penduduk setempat. Bahasa Tagalog, sebagai bahasa nasional di sana juga ikut- ikut mendapat pengaruh dari Bahasa Spanyol. Yah, seperti nama- nama hari dan bulan yang dibahas di awal. 

Yep, inilah hasil keisengan saya pagi ini. Semoga keisengan hari ini ada manfaatnya. Dan berhubung deadline udah di depan mata, sepertinya keisengan saya harus ditunda dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar