Entri Populer

Senin, 21 September 2015

Ang- Case

Ang- Case Apaan tuh? *Jadi ingat Jaja Miharja, *Alah, salah fokus lagi*
Kata benda dan kata ganti digunakan untuk merujuk pada orang, tempat, dan benda.
Dalam bahasa Filipina, ada tiga jenis kata ganti untuk mengganti orang atay benda. Yaitu, yang itu tadi. Ang, Ng, dan Sa. Dalam postingan kali ini, saya akan membahas tentang Ang- Case.
Ang- Case.
Dalam sebuah kalimat, kata benda dan kata ganti Ang adalah subjek
Contoh:
Bahasa Tagalog (BT)      :Dina ay nasa bus.
Bahasa Indonesia (BI)    :Dina berada dalam bus.
BT: Kuya ay nagsusulat ng isang kasaysayan.
BI: Abang sedang menulis sebuah cerita
Kata yang dicetak tebal adalah subjek pembicaraan dalam kalimat tersebut. Dan itulah yang disebut ANG- case.
Nama- nama orang vs kata benda lainnya
Pengguna Bahasa Tagalog membedakan nama orang- orang (kelompok 1) dan kata benda lainnya (kelompok 2). Kelompok ini terdiri dari semua jenis kata benda (baik kata benda umum (common) dan kata benda spesifik (proper))  yang bukan orang.
Bahasa tagalog memiliki satu penanda nama- nama orang dan juga penanda kata benda lain, termasuk kata benda umum dan kata benda sepesifik yang bukan nama orang.
Kata benda khusus (proper noun) adalah nama- nama yang ditujukan pada orang, tempat, dan benda seperti Manila, Coca- cola, dan Jupiter. Proper noun dimulai dengan huruf besar.
Sementara, kata benda umum (common noun) tidak ditandai dengan huruf besar dan nama yang tidak ditujukan pada sesuatu yang khusus. Misalnya, kota, minuman ringan, dan planet.
Merujuk pada orang dengan nama: Ang- Case
Ketika kita merujuk seseorang (tunggal maupun jamak) sebagai subyek sebuah kalimat, kita menggunakan ‘si’ atau ‘sina’ di depan nama tersebut.
Contoh :
Si Amado
Sina Amado at Nene. (Si Amado dan Si Nene)
(Ahayyy, kayak bahasa Indonesia yak. Tapi, dalam bahasa Indonesia, ‘Si’ adalah  kata sandang. Seperti Si Asep, Si Ucup, dan Si Ucok.)
Mendeskripsikan seseorang atau sesuatu (bukan nama personal)
Dalam Bahasa Tagalog ketika kita menyebut seseorang sebagai kata benda, bukan nama dari seseorang pola kalimatnya adalah:
Bukan nama personal (non- personal name) + penanda predikat+ kata (frase) sifat.  Bukan nama personal dan kata sifat bisa lebih dari satu.
Contoh:
BT: Ang aking kapatid (bukan nama personal) bukan ay (penanda predikat) hindi pa handa (kata sifat)
BI: Abang saya belum siap.
Nama Non- Personal
Kata benda yang bukan nama orang dalam Ang- Case ditandai dengan “ang” dan “ang mga.”
Contoh:
Singular   : Ang      : Ang bahay (sebuah rumah)
Plural             : Ang mga      : Ang mga bahay (beberapa rumah)
Untuk istilah kekerabatan:
Ang nanay atau si nanay (ibu)
Si Ate atau ang ate (kakak perempuan)
Ang tatay atau si tatay (ayah)
Si lolo atau ang lolo (kakek)
Kalau di Bahasa Inggris, ang dan ang mga itu seperti a atau an.

Merujuk pada kata ganti:


Kata Ganti
Akó
Aku
Ikáw
Kamu (Tunggal)
Siyá
Dia
Tayo
Kita 
Kamí
Kami
Kayó
Kamu (jamak)
Silá
Mereka

Kata ganti non personal dalam Ang- case: 


Itó
Ini
Iyán
Itu, dekat dengan pembicara
Iyón
Itu, jauh dari pembicara

Secara ringkas, dapat disimpulkan bahwa:

Sebuah frasa Ang diikuti oleh 4 unsur berikut:
| = "or" 
ANG-case Nama Personal
si | siná
ANG-case Nama Non Personal
ang | ang mga
ANG-case Nama Personal
akó | ikáw | siyá | tayo | kami | kayó | silá
ANG-case Nama Non Personal
itó | iyán | iyón | ang mga itó | ang mga iyán | ang mga iyón

ANG- phrases digunakan untuk:
1. Subyek Kalimat Filipina
Kalimat = Subyek (Ang- phrase) + Penanda Predikat (ay) + Predikat.  Beberapa kalimat tidak memiliki subyek menggunakan  kata ganti non personal. (Dalam bahasa Inggris seperti penggunaan kata ganti “it”
Contoh:
E (English) :It’s raining
BI: Hujan
BT: Ito ay umuulan.

2. Ketika kata kerja berfokus pada subyek, Ang- frase adalah pelaku dari kata kerja tersebut.
Kalimat= Subyek (Ang- phrase) + Predikat (kata kerja berfokus pada aktor)
Contoh:
BI:Dia memberi hadiah untuk Mila
BT: Siya ay nagbigay ng regalo kay Mila
3. Ketika kata kerja berfokus pada obyek, Ang- phrase adalah penerima aksi.
Kalimat= Predikat yang berfokus pada obyek + Ang- phrase
Contoh:
BI: Hadiah itu diberikan pada Mila
BT: Ibinigay niya ang regalo kay Mila
*Sumber: http://www.tagalog1.com*

Kamis, 17 September 2015

Saya (Mungkin) Seorang Grafomaniak?

Ahayyy, kumusta kaibigan. Sekedar mereview hari- hari seminggu belakangan ini. *Itu juga kalau ada yang mau tahu* Banyak hal yang membuat bete dan menghilangkan semangat untuk menulis, seperti tentang ponselku yang telah mati dengan damai dan membuatku hidup ku terasa suram. Sebagai gadget addict, saya gak bisa lepas dari handphone. Bahkan bangun tidurpun, handphone adalah barang pertama yang saya cari.
Dan sekarang....... Ah, sudahlah! Kenapa juga saya malah curhat?????
Back to topic yang mau saya tulis deh. Sesuai judul . Grafomania. Awalnya saya gak tahu tentang ini. Tapi pembicaraan dengan seorang teman menggugah saya untuk nanya- nanya Mbah Google.  Apa sih Grafomania itu????
Well, pertanyaan saya dijawab oleh tante Wikipedia.
Graphomania (from Greek γραφειν — writing, [ 1 ] and μανία — insanity), also known as scribomania , refers to an obsessive impulse to write . [ 2 ] [ 3 ] When used in a specifically psychiatric context, it labels a morbid mental condition which results in writing rambling and confused statements, often degenerating into a meaningless succession of words or even nonsense and called then graphorrhea [ 4 ] (cf. hypergraphia ). The term 'graphomania' has been used in early 19th century by Esquirol and later by Eugen Bleuler , becoming more or less usual [ 5 ] Graphomania is near condition to typomania - obsessiveness with seeing one's name in publication or with writing for being published, excessive symbolism or typology. [ 6 ]
Terjemahan bebas versi saya:
Grafomania yang juga dikenal dengan nama scribomania (gak ada hubungannya dengan kribo beneran J ) merujuk pada obsesi yang implusif untuk menulis. Ketika istilah itu digunakan pada konteks psikiatri, grafomania merujuk pada kondisi mental morbid yang menghasilkan penulisan bertele- tele dan membingungkan, bahkan menjadi omong kosong (graphorrhea) . Istilah grafomania sudah digunakan di awal abad ke 19 oleh Esquirol dal kemudian oleh Eugen Bleuler menjadi biasa. Istilah ini juga dekat dengan typomania- obsesi yang berlebihan dengan publikasi atau menulis untuk dipublikasikan.
Ada jeda beberapa menit sebelum saya mengetik lagi.
Mungkinkah saya memang grafomania????? –dengan tampang penasaran-.
Ehm,  mungkin iya, saya punya obsesi berlebihan untuk menulis agar orang tahu kalau saya bisa menulis. Apa aja ditulis. Tapi setelah dibaca ulang kok hasilnya aneh – menunjukkan kepribadian dan pemikiran saya yang aneh- . 
Merujuk pada pendapat Milan Kundera, Grafomania adalah sebuah kegilaan seseorang agar tulisannya dibaca orang. Anyway, ketika membaca pendapat seorang Kundera ini, saya sedikit flashback dengan membuka facebook dan membaca status- status yang pernah saya posting dari awal membuat akun facebook sampai status yang saya buat baru- baru ini. Saya sering memposting status yang tujuannya adalah supaya orang tahu apa yang saya pikirkan (dalam hal ini saya ingin bilang bahwa saya ingin dibela tanpa mengatakan secara langsung) .Pendeknya saya ingin tulisan saya dibaca orang (yah, kalau mengetik status di facebook atau sosial media lainnya bisa disebut menulis, ahayyyy).
Saya jadi tergerak membaca ulang tulisan- tulisan yang saya pernah saya tulis (baik yang pernah dan belum dipublikasikan. Baik cerpen dan novel atau blog ini) Inti dari semuanya adalah narsisme dan ingin pamer (well,  sebenarnya agak berat untuk mengakui ini). Sebagai seorang yang intovert dan tidak pernah menjadi pusat perhatian di dunia nyata, saya membangun dunia khayal di otak dan menuangkannya dalam sebuah tulisan. Saya ingin orang membaca dan saya merasa bangga dengan itu.
Menurut pendapat Kundera lagi, grafomania muncul ketika seseorang sudah sejahtera dan bisa melakukan hal- hal yang tidak berguna ketika seseorang itu semakin terisolasi dari dunia luar. Beliau juga bilang bahwa akan ada saat di mana banyak orang mengaku sebagai penulis, bukan karena telah menulis sebuah buku tapi karena semua orang bisa menulis, walaupun hanya sebaris kata  di sosial media (seperti kata beliau sebelumnya: ingin tulisannya di baca orang).
Grafomania juga dekat dengan eksebisionisme. Saya sedikit tersentil ketika membaca sebuah blog yang menulis dengan tema serupa. Ketika seorang blogger (saya termasuk enggak, ya?) mempublish tulisannya, sebenarnya ia ingin pembacanya mengetahui sisi terdalam dalam dirinya,  bukan ingin terlihat pintar tapi butuh teman senasib yang sepemikiran.
Salah satu pendapat Kundera yang lain yang juga menyentil saya.
“For everyone is pained by the thought of dissappearing, unheard and unseen, into an indifferent universe, and because of that everyone wants, while there is still time, to turn himself into a universe of words. One morning (and it  will be soon). When everyone wakes up as a writer, the age of universal deafness and incomprhension will have arrived.”
Ah, lagi- lagi. Kadang, saya juga merasa tersakiti karena merasa invisible, tak terdengar dan tak terlihat. Merasa berada di dunia yang berbeda dengan orang lain. Mengalihkan sesuatu yang saya damba dan tidak saya dapat ke dalam sebuah tulisan.  Apa mungkin saya akan benar- benar ‘tuli’?
Mengutip kata Kundera lagi, seorang grafomaniak dikelilingi kata- katanya sendiri yang berdiri tegak seperti tembok penjara dan dia menjadi tuli karenanya.

Setelah membaca kata- kata Om Kundera ini, saya kembali berhenti sejenak. Sepertinya, saya termasuk orang- orang yang disebut oleh penulis asal Ceko itu.  Saya menjadi tuli dengan keadaan luar, merasa diri sendiri lebih baik dan tidak perlu tanya- tanya pendapat orang.  Padahal kenyataannya tulisan saya tidak lebih dari sekedar..... Ah sudahlah, tidak perlu diteruskan.  Orang- orang juga tidak peduli dengan apa yang saya tulis (dalam blog ini, misalnya) tapi saya akan terus menulis. Menjadi seorang grafomania atau tidak, saya akan tetap menulis. 

Senin, 14 September 2015

TAGALOG’S VOCABULARIES OF THE DAY: Hubungan Kekerabatan


Kumusta naman, apa kabar? Hari ini, saya mau berbagi tentang istilah- istilah kekerabatan dalam bahasa Tagalog. Siapa tahu aja lagi  ada yang pedekate sama cewek atau cowok Filipina . (lagi gak punya gebetan ) . Ya udah, kalau gak ada, mungkin  suatu saat berencana punya pacar orang Filipina (Heeh, malah maksa -_-)
Yasudalah, terserah,  Check it down aja deh.

Bahasa Indonesia
Bahasa Tagalog
hubungan saudara
kamag-anak
keluarga
pamilya
ibu, bunda, mama
ina
ayah, bapak, papa
ama
anak
anak
anak laki-laki
anak na lalaki
anak perempuan
anak na babae
saudara perempuan
kapatid
kakak perempuan
Ate
saudara laki-laki
Kapatid
kakak laki-laki
Kuya
kakek-nenek
lolo at lola
kakek
Lolo
nenek
Lola
cucu
Apo
cucu perempuan
apo na babae
cucu laki-laki
apo na lalaki
bibi, tante
tiyahin, tiya
am, paman
tiyuhin, tiyo
sepupu
Pinsan
suami
Asawa
istri
asawa, bana
keponakan laki-laki
pamangkin lalaki
keponakan perempuan
pamangkin babae
ibu mertua
biyanan biyanan na babae
bapak mertua
biyanan na lalaki
menantu laki-laki
manugang na lalaki
menantu perempuan
manugang na babae
ipar laki-laki
Bayaw
ipar perempuan
Hipag
tetangga
Kapitbahay
teman
kaibigan
musuh
Kaaway
teman main
Kalaro
Nah, itulah beberapa kosakata hasil nanya- nanya Mbah Google. Semoga bermanfaat baik yang sedang pedekate sama Ang Pilipinas atau yang bercita- cita punya pacar orang Filipina atau yang hanya pengen tahu dan nyasar di blog ini. Atau apapun tujuannya deh, semoga bermanfaat aja.
Paalamat paumahin  J

*dari berbagai sumber*