Entri Populer

Jumat, 14 Agustus 2015

Selamat Malam dalam bahasa Tagalog

Selamat malam, itu bahasa Indonesianya. Kalau bahasa Inggrisnya adalah good night dan bahasa Belandanya adalah goede natch.
*Ya tahu, ini sudah malam, terus kenapa?*
Karena malam ini, saya mau ngebahas tentang bagaimana mengucapkan selamat malam dalam bahasa Tagalog.
Note: Lagi- lagi saya nyaplok dari blog orang lain. Kali ini dari http://tagaloglang.blogspot.com. Berhubung, postingan di blog tersebut berbahasa Inggris, saya akan mencoba menulis ulang  ke dalam Bahasa Indonesia. Bukan menerjemahkan ya, melainkan menginterpretasikan apa yang saya pahami saja dengan cara saya. Kalau ada salah- salah ketik, mohon maaf aja. Kan saya manusia yang tidak sempurna, jadi pasti banyak bikin salah. Lagipula, Pluto kan tidak lagi disebut planet karena Pluto adalah anjing peliharaan Mickey Mouse.
*Halah, absurd lagi, deh*
Well,  daripada makin absurd, lebih baik fokus ke topik.
Setiap bahasa punya frase masing-  masing yang tidak bisa diterjemahkan secara harafiah ke bahasa lain.  Salah satu contohnya adalah kata ‘Selamat Malam’ atau ‘Good Night’.
Orang Filipina, biasa mengucapkan ‘Gudnayt’ ketika ingin mengatakan selamat malam. –dalam pelafalan bahasa tagalog-.
Orang bule aka orang- orang Eropa mempunyai pengaruh yang kuat bagi masyarakat Filipina dan faktanya, Bahasa Inggris dan Spanyol adalah suatu bagian terpadu dalam percakapan masyarakat Filipina. Filipina adalah koloni Spanyol dan Amerika Serikat untuk waktu yang cukup lama. Sama seperti Meksiko san negara- negara Amerika lainnya, mereka menggunakan bahasa Spanyol secara ekslusif.
Well, balik lagi ke topik utama.
‘Matutulog na ako,’ itu artinya ‘saya mau tidur sekarang.
Bisa juga mengucapkan ‘Matulog ka na’ artinya ‘mau tidur’ dalam bahasa informal. Kalau mau mengucapkan selamat tidur pada orang yang lebih tua, ucapkanlah ‘Matulog na po kayo'.
Katakan ‘Aaalis na ako,’ ketika akan berpamitan. Dan kalau ingin mengucapkan sampai jumpa besok, ucapkanlah, ‘Magkita tayo bukas.” Terakhir, bisa juga mengucapkan ‘Hanggang sa susunod’ yang berarti sampai jumpa.
Nah, itulah beberapa frase yang bisa digunakan untuk mengucapkan selamat malam dalam bahasa tagalog.
*Terus, apa bahasa tagalognya selamat malam? Kan itu judul postingannya -_-*
Oia, lupa. Bahasa itu tergantung konteksnya dan tidak selamanya bisa diterjemahkan secara literal.
Selamat        : pagbati
Malam          : gabi.
Tapi, kita tidak bisa mengatakan pagbati gabi. Pemakai bahasa tagalog tidak akan mengerti apa maksud kita, maka ucapkanlah frasa yang mereka gunakan : magandang gabi. Atau sebut saja gudnayt (good night) juga boleh.  

Gudnayt, Kaibigan J

Rabu, 12 Agustus 2015

KENAPA


Hari telah jauh malam, tapi saya masih sibuk di depan laptop. Gara insomnia akut. Mata tak kunjung terpejam walau badan telah lelah.
Stop, wait, saya ngetik apaan sih?????? –sambil menekan tombol backspace berulang- ulang-
Daripada efek insomnia berdampak pada kesehatan mental gara- gara ngelamunin sesuatu yang gak penting , mending mikir tulisan apa yang mau  diposting di blog.
*Insomnia apaaan? Sekarang ini masih jam setengah sebelas malam.*  
Sudahlah, tak perlu membahas jam berapa sekarang. Kali ini, di otak saya terlintas kata‘kenapa'.
*Kenapa? –teringat dengan iklan biskuit- entah tahun kapan itu-*
Anyway, ngomongin tentang kata ‘kenapa’,  saya pengen share tentang menyebalkannya kata itu. Seolah kata itu diciptakan untuk menyalahkan seseorang. Memang sih fungsi dari kata ‘kenapa’ atau kata bakunya ‘mengapa’ adalah untuk menanyakan alasan, tapi untuk  situasi tertentu kata ini lebih berfungsi untuk menyalahkan dan mengintimidasi lawan bicara .
Mau bukti?
Misalnya ketika saya melakukan kesalahan, katakanlah ketika mencuci piring saya gak sengaja memecahkan piring , mama bertanya, “Kenapa kamu mecahin piring?”
Memang, kalimatnya kalimat tanya namun intonasinya terdengar menyalahkan. Pragmatik, gitu istilah linguistiknya. Apa yang dimaksudkan tidak sama dengan apa yang dikatakan.
Dalam hati saya bilang, ‘siapa yang niat mecahin piring?’
Yep, saya mengsayasalah, sekalipun sama sekali gak bermaksud  melakukan itu. Sayatahu, saya harusnya lebih hati- hati. Saya kan sudah mengakuinya. Bukankah itu cukup?
Well, mungkin tidak. Tapi cobalah ingat- ingat peribahasa yang satu ini, ‘nasi sudah menjadi bubur.’ Segala sesuatu yang telah terjadi tidak bisa kembali seperti semula. Jadi mau gimana lagi? Emangnya  sayabisa buat apa coba? Mau nyulap beling berubah jadi piring? Emangnya sayasehebat Deddy Cobuzier, apa? Deddy Cobuzier juga belum tentu bisa ya, kan?
Yeah.... sayajadi galau cuma gara- gara sebuah piring. Sepele amat ya? Ngeributin satu piring pecah. Please deh.... di  rak kan masih ada ada selusin lagi!
Terus mama saya jawab, “Yee, dinasehatin malah ngeyel! Mama nasehatin kamu supaya bisa lebih hati- hati! Kalo kamu terus ceroboh, piring kita bisa habis. Kalau udah abis, kita mau makan pake apa?”
Pake tangan, sahut saya santai. Mama mendelik. Saya cengar- cengir, gak zamannya lagi kalo diomelin pasang tampang takut.
Hehehe, untuk kalimat yang terakhir jangan diaminkan. Itu hanya ekspresi sebel saya karena setelah dimarahin, saya cuma bisa ngomel- ngomel dalam hati.Mau nyari pelampiasan juga susah, soalnya adik saya satu- satunya sangarnya ngalahin preman pasar.  
Ya, maaf. Kata saya akhirnya, daripada tambah diomelin. Harapannya supaya mama berhenti ngomel. Eh, yang terjadi mama makin memperpanjang omelan.
Bukannya harusnya senang, ya?
Harusnya gitu. Tapi sayang, kata- katanya belum nyampe titik, tapi diakhiri koma. Ternyata kalimat itu masih punya anak. Tahukah kamu apa itu? ‘beresin semuanya, awas kalo masih ada pecahan beling!’
Iya, iya....  gak seharusnya sayabersungut- sungut. Tahu.... harusnya lebih berhati- hati biar gak diomelin melulu.
Itu kasus sederhana tapi gak berarti sepele karena membereskan pecahan beling bukan termasuk PR anak sekolah apalagi job desk menteri hukum dan HAM.Apalagi kasus hukum di negara ini sekusut baju seragam yang belum disetrika.
*Maksudnya? –Absurd, seabsurd yang punya blog-*
Saya gak absurd, hanya sangat absurd.
*-_- - gak tahu mau komen apaan*
Okeh, back to the topic. Dengan menulis postingan ini, saya gak bermaksud membela diri. Kayak yang saya bilang tadi, hanya sesuatu yang menurut saya perlu untuk dibagi. Bukan pecahan piring, ya. Tapi opini saya tentang kata ‘kenapa’ itu
Bahwa ketika seseorang bersalah, gak ada gunanya dimarahin terus- terusan. Gak akan menyelesaikan masalah, hanya bikin bete kedua belah pihak.
Kemarahan gak menyelesaikan masalah. Adakalanya lebih baik memaafkan begitu saja. Karena gak biasa aja orang salah gak dimarahin.
Dan karena gak biasa malah bikin dia sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan. Dan dia akan berusaha untuk lebih baik tanpa harus berjanji pada siapapun.
Well, itu penelitian saya terhadap beberapa orang. Gak berarti berlaku bagi semua orang. Jadi kalo ada yang gak setuju, ya gak apa- apa.Tapi harusnya setuju aja, karena sedelapan itu gak tercantum di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bahkan, Google translator pun gak bisa menerjemahkannya ke bahasa apapun. Kalau gak percaya, coba aja sendiri.
*Makin absurd nih, yang lagi ngetik*
Ya sudahlah, sebelum dikatain makin absurd lagi, mending saya sudahi saya postingan ini. Laptop sudah mengantuk, lelah, nyala mulu dari sore tadi.
Magandang gabi, hanggang sa susunod. Matutulog na ako.J

Senin, 10 Agustus 2015

Abjad Tagalog

Hi. Kumusta J apa kabar??? Hari ini,  ada kabar gembira......
*soal kulit manggis?* -korban iklan-
Oh, tentu tidak.
Setelah browsing cukup lama, akhirnya aku menemukan satu website belajar bahasa tagalog  dalam bahasa Inggris. Nama situsnya http://www.tagalog1.com.  Mumpung saya masih semangat belajar bahasa tagalog, saya mau berbagi  apa yang telah saya pelajari dari situs itu.
Note:  dalam postingan ini, saya mencoba menerjemahkan (sebisanya) materi- materi yang diterbitkan di situs tersebut. -maaf kalau ada kesalahan, namanya juga masih belajar, J -ngeles mode is activated-
Abjad Tagalog
Abjad tagalog modern memiliki kesamaan dengan abjad Latin.
Latin
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Tagalog
A B C D E F G H I J K L M N NG O P Q R S T U V W X Y Z
Diadaptasi dari bahasa asing
C F J Q V X Z

Bahasa pre- Hispanic Filipinos tidak mempunyai konsonan ‘c’, ‘f’,’j’,’q’,’v’,’x’, dan ’z’. Sekarang,  orang- orang Filipina melafalkan ‘v’ dengan ‘b’ dan ‘f’ dengan ‘p’.
(Orang- orang Spanyol pertama kali datang ke Filipina di tahun 1521, kemudian kembali lagi di tahun 1565 untuk bermukim. Sebelum itu, leluhur orang Filipina membaca dan menulis menggunakan bahasa- bahasa yang mirip dengan bahasa- bahasa negara tetangganya, Indonesia dan Malaysia)
Huruf Vokal Tagalog
Setiap pelafalan huruf vokal tagalog terdiri dari satu suara. Bandingkan dengan bahasa Inggris.‘A’pada kata ‘baby’ dilafalkan ‘ei’ dan ‘o’ pada kata ‘post’dilafalkan ‘ou’. ‘I’ pada ‘bike’ dilafalkan ‘ai’.
Dalam hal ini, huruf vokal tagalog murni seperti huruf vokal dalam bahasa Spanyol dan Italia.
Lafalkan setiap huruf vokal sebagai bunyi yang terpisah.

Bahasa tagalog tidak memiliki diftong (kombinasi huruf vokal yang dilafalkan sebagai satu suku kata.

Pelafalan
Dalam bahasa Inggris
Contoh
A
father
Magandang umaga, (selamat pagi)
E
Egg
Nene 
I
Each
ibig (ingin)
O
Long
totoo (benar)
U
Food
kukunin (memilih)

Bahasa pre- Hispanic Filipinos hanya mempunyai tiga huruf vokal, yaitu: ‘a’,‘e/i’, dan ‘o/u’. Sekarang ini, mungkin anda banyak mendengar orang Filipina mengganti ‘e’ dengan ‘i’ dan ‘o’ dengan ‘u’.
.
Konsonan Tagalog
Lafalkan konsonan pada bahasa Inggris dengan pertimbangan berikut:
1. "g" dilafalkan seperti "get," dalam bahasa Inggris, bukan seperti "gel."
2. "c, f, q, v, x" hanya dilafalkan untuk kata- kata yang diadopsi dalam bahasa Inggris.
3. Lafalkan kata- kata pinjaman seperti pelafalan dalam bahasa aslinya.  
4. Konsonan yang lain dilafalkan seperti pelafalan bahasa Inggris.
5. Sebagai tambahan, konsonan ‘ng’ dalam abjad tagalog dilafalkan setelah huruf ‘n’.
6. Lebih lanjut, konsonan ‘ng’ dibahas setelah ini.

Konsonan ‘ng’
Untuk menghasilkan ‘nga’:
a.  Ucapkan  ‘hanger’
b.  Ucapkan ‘hang a’
c.  Ucapkan ‘ang a’
d.  Ucapkan ‘ng a’
e.  Ucapkan ‘nga;
Praktekkan ‘nga’ dengan melafalkan kata- kata berikut ini:

· ang
· mga (kependekan dari "manga," penanda jamak untuk kata benda dan kata ganti)
· nang
· ng (lafalkan seperti "nang," tetapi dengan kata yang berbeda)
· mangarap (bermimpi
· sanga (cabang)
· ngayón (sekarang)
· kailangan (butuh)

Well, segitu aja untuk postingan kali ini. Besok- besok dilanjutkan. Anyway, kalau tulisan saya terasa ngaco, kunjungi aja situs http://www.tagalog1.com.  
Sampai jumpa di postingan selanjutnya.
*Paalam J *

Jumat, 07 Agustus 2015

Keadilan Gak Pernah Ditemukan Di Dunia Ini.


Mungkin judulnya agak berlebihan dan terkesan sinis dan skeptis. Tapi aku punya alasan kenapa punya pendapat begitu.
Contoh sederhananya gini:
Ketika awal semester, anak kuliahan pasti sibuk nanyain berapa IP dan berapa nilainya. Kamu tahu teman kamu dapat A. Kamu tahu pasti teman kamu gak pintar- pintar amat untuk mata kuliah yang satu itu. Sementara kamu yang menguasai banget pelajaran tersebut malah dapat C.  Kamu pasti merasa gak adil, bukan? Kamu merasa dosen kamu gak adil dalam memberi nilai.
Tapi coba deh, lihat nilai kamu yang lain. Mungkin kamu mendapat A untuk mata kuliah yang lain- yang sebenarnya kamu tidak menguasainya. Apakah kamu akan protes? Tindakan paling wajar, pasti tidak. (Belum pernah saya mendengar, apalagi melihat mahasiswa yang protes dikasih nilai A) See, bisa lihat, kan? Keadilan gak pernah ditemukan di dunia ini.
Ya gitu deh ........itu gambaran tentang manusia. Orang akan merasa adil ketika apa yang diterimanya adalah sesuatu yang dia mau sekalipun apa yang dia mau mengakibatkan ketidakadilan bagi orang lain. Dan ketika segala sesuatu yang diharapkan tidak terjadi, orang akan merasa tidak adil padahal, memang seharusnya seperti itu keadilan yang harus diterimanya.
Contohnya sering kita lihat di televisi.
Seorang koruptor (saya lupa namanya) yang divonis beberapa tahun lamanya (saya juga lupa) nangis- nangis karena hukuman yang diterimanya, dia merasa hukum gak adil. Gak adil buat keluarganya. Bagaimana dengan anak- anaknya yang masih kecil? Deelel.
Terus, apa kabarnya dengan rakyat yang telah dirugikan????
Kesimpulan yang bisa saya ambil, keadilan bergantung pada bagaimana pandangan seseorang terhadap suatu masalah. Karena pandangan orang macam- macam, tentu keadilan juga bermacam- macam. Adil bagi saya belum tentu adil bagi kamu dan sesuatu yang kamu anggap gak adil, sebenarnya adil, tapi kamu merasa gak adil.
Terus, apakah keadilan yang sebenarnya itu ada??? Kalau aku bilang keadilan yang sebenarnya bisa kita alami setelah kita mati, setuju gak?
Harusnya sih setuju.
*yee,.... malah maksa*
Soalnya, setelah mati segala perbuatan baik amal maupun dosa. Dan kita akan mendapat tempat sesuai dengan amal yang telah kita lakukan. (katanya sih gitu. Saya belum pernah meninggal, sih.) Jujur, saya gak terlalu paham soal beginian. Terlalu berat ngomongin hal kayak gitu.
Yang mau saya sampaikan adalah, mungkin sulit mendapat keadilan di muka bumi ini. Tapi keadilan itu bisa diciptakan kalau kita mau bertenggang rasa terhadap orang lain. Kalau kita bisa bertenggang rasa, kita tidak akan menyakiti orang lain karena sudah tau rasa sakit itu walaupun belum pernah merasakan.
Ya gitu deh....
Pendek kata, kalo gak mau disakiti jangan menyakiti. Segala sesuatu yang kita lakukan akan mendapat balasan.
Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai.
Barang siapa yang menabur angin akan menuai badai.
Keadilan berhubungan dengan karma.
Pasti ada yang nanya, “Gimana dengan orang dianiaya padahal dia gak pernah berbuat kejam?”
Jawabannya, apa yaa..... (mikir dulu seabad)
Kita gak pernah benar- benar tahu tentang orang lain. Kita pasti pernah bertemu dengan orang jahat, tapi apakah kita tahu dia punya sisi baik? Kita juga pasti mengenal orang baik. Pastinya dia juga punya sisi jahat.
So, kita gak bisa bilang orang itu tidak pantas diperlakukan seperti itu.
Mungkin orang tuanya tidak baik maka anaknya diperlakukan tidak baik.
Who knows?
Gak penting juga tau. Yang terpenting, perlakukan orang lain seperti diri sendiri.
Mudah- mudahan dengan begitu keadilan bisa kita temukan. Terlalu muluk, memang. Paling tidak niat saya menulis bisa jadi langkah awal.

Setuju?

Rabu, 05 Agustus 2015

Backmasking

Holla teman- teman, Kumusta, apa kabar?
Mudah- mudahan gak galau seperti saya.
*Galau kenapa? Pasti gara- gara uang jajan menipis*
Hoho, bukan, setidaknya bukan untuk beberapa menit kedepan. Di menit- menit ini, saya lagi galau gara- gara backmasking.
*Apaan tuh backmasking, sebangsa background, bukan?*
Awalnya juga saya gak tahu. Lagi- lagi, karena keisengan streaming di youtube, saya menemukan ‘pesan mundur ‘mari sama setan’ lagu muda Agnes Monica’. Omaigod, itu kan lagu favorit saya. Dan lagi, banyak lagu- lagu dia yang disinyalir memiliki pesan mundur tentang satanisme. Bahkan, banyak orang yang mensinyalir penyanyi berbakat Indonesia itu sebagai penganut satanisme.
Karena itu, saya browsing- browsing lagi tentang apa itu backmasking.
Menurut wikipedia, Backmasking is a recording technique in which a sound or message is recorded backward onto a track that is meant to be played forward. Backmasking is a deliberate process, whereas a message found through phonetic reversal may be unintentional.
Dalam Wikipedia Bahasa Indonesia, Backmasking adalah rekaman teknik di mana suara atau pesan dicatat mundur ke trek yang dimaksudkan untuk dimainkan ke depan. Backmasking adalah proses yang disengaja, sedangkan pesan yang ditemukan melalui pembalikan fonetis mungkin tidak disengaja.
Dari sumber yang lain saya menemukan bahwa backmasking dipopulerkan oleh okultis yang bernama Aleister Crowley. Seiring dengan tercetusnya konsep ini, banyak musisi yang menggunakan metode untuk menyisipkan pesan satanisme.
Masa sih? Saya masih gak ngerti bagaimana cara membuat  backmasking (pesan mundur) ini. Lalu saya mencari lagi dan menemukan lagu “Rain” the beatles, “Stairway to the heaven-nya Led Zeppelin, dan masih banyak lagi.
Kebanyakan dari lagu- lagu yang di- backmasking itu terdengar mengerikan dan membuat bulu kuduk saya berdiri karena suaranya yang meraung-raung dari berbisik hingga berteriak. Dan juga lirik- lirik dari pesan tersembunyi itu (menurut saya) terdengar seperti kebetulan yang dipaksakan.
Untuk sejenak, saya masih tidak percaya dengan penjelasan yang saya dapat (lebih tepatnya, karena kurang mengerti). Terlebih lagi saya masih merasa kalau pesan- pesan satanisme itu seperti dipaksakan dan kemudian saya berfikir lagi *emang bisa mikir?* terus kenapa backmasking itu terdengar berbahaya, kan lagu yang diputar dari awal ke akhir terdengar biasa saja. Sebagai pendengar lagu- lagu sekuler (khususnya lagu-lagu Agnes Monica) saya merasa tidak pernah mendengar pesan- pesan mundur itu dan sejauh ini, saya merasa baik- baik saja.
Beberapa sumber yang lain menjawab pertanyaan saya.
Musik bisa digunakan iblis sebagai sarana penyesatan.
*Cieeeh, serem amat*
Secara etimologis, musik berasal dari kata ‘muse’yang berarti ‘roh’. Bisa dikatakan bahwa musik bisa mempengaruhi pendengarnya dan sebagai media penyampaian pesan terhadap roh seseorang atau dimensi dibawahnya yaitu jiwa.
Phytagoras, seorang filsuf mengatakan,  “Beat/ritme bisa mempengaruhi tubuh; harmoni bisa mempengaruhi jiwa tetapi melodi dapat mempengaruhi roh manusia.”
Melalui musik, iblis menyampaikan pesan- pesan negatif seperti hedonisme, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, okultisme bahkan penghujatan terhadap Tuhan dan penyembahan terhadap setan!
Penyampaian pesan- pesan itu, bisa diungkapkan secara langsung melalui lirik- liriknya (secara tersurat) seperti dalam lagu  Nowhere Man (The Beatles), Mermaid (Tetsuro Yamashita), I Can’t Get Not Satisfaction (Rolling Stones), Forever Young (Alphaville), Suicide Solution (Ozzy Ousbourne), Hati Senang tak punya Uang (Koes Plus), Imagine (John Lennnon), Nothing’s Gonna Stop Us Now (Jefferson Starship), Material Girl (madona), Saving All My Love For You (Whitney Houston),  Goodbye Yellow Brick Road (Elton John), Another Brick In The Wall (Pink Floyd), My Revolution (Billy Idol), Tie Your Mother Down (Queen),  Sister Morphine (Rolling Stones), Cocaine (Nazareth), Lucy In The Sky With Diamonds (The Beatles), Welcome To Hell (Venom), Sign Of The Time (Price), The Great Prethender (Queen), dan masih banyak lagi.
Di samping itu, ada juga pesan- pesan tersembunyi (dengan teknik backmasking) seperti dalam lagu- lagu berikut:
1. Montley Crue dalam album mereka “Shout At The Devil” jika diterjemahkan kebalik menjadi “Backward mask where you are, oh, lost in error, Satan” (Balikkan topeng dimana engkau berada, oh, lenyap di dalam kesalahan, Setan).
2. Price dalam albumnya “Purple Rain” yang mengejek kedatangan Yesus Kristus yang ke dua kalinya, jika di balik “Hello, how are you; I’m fine, cause I know the Lord was coming soon” (Halo, apa kabar; saya baik-baik saja, karena saya mengetahui bahwa Tuhan “Yesus” sedang datang).
3. Rolling Stones dalam salah satu segmen albumnya “Metal Health” waktu dimainkan kebalik mengatakan “I Love You, this said the Lord”.
4. Led Zeppelin, dari salah satu segmen albumnya “House of the Holy” waktu dimainkan kebalik mengatakan ”satan is really lord” (Setan sungguh-sungguh adalah Tuhan).
*Buset dah, seram amat.*
Setelah membaca banyak sumber, saya menyalakan winamp dan memutar lagu lagu- lagu tersebut. (Ehm, sejak kapan lagu- lagu itu bersarang di laptopku?) After that, it seems no a clue. Saya sama sekali tidak menyadari ada lirik pemujaan setan. Karena penasaran, saya search di youtube dan menemukan: 
Mengerikan banget ya?  Padahal lagu- lagu itu cukup terkenal dan banyak disukai banyak orang. Mungkin kita tidak menyadari. Seperti pendapat saya sebelumnya. Saya sama sekali merasa tidak merasa bahwa ada pesan tersembunyi dari lagu- lagu tersebut. Setelah browsing di Google saya baru menyadari pesan- pesan tersebut.
*Jadi selama ini apa yang sering saya dengar ????? –pasang emoticon :O -*
Sekali lagi, mungkin kita tidak menyadari dan secara tidak sadar juga otak kita telah tercuci.
Cuci otak sendiri adalah teknik pengubahan diri dan kejiwaan orang lain dengan cara cara tertentu agar orang yang jadi target bisa melupakan dirinya dan jadi orang yang baru. Teknik tersebut dilakukan dengan menyerang alam bawah sadar dalam jangka panjang.  Dengan cara ini, mental bisa dimanipulasi fungsi otak bisa diubah, dan pikiran dikendalikan.
Pada hakikatnya, otak manusia terbagi menjadi Otak Sadar dan Otak Bawah Sadar. Otak sadar hanya mencakup persentase yang sangatlah kecil dari keseluruhan kemampuan otak. Sedangkan otak bawah sadar adalah bagian terbesarnya. Otak sadar hanya bisa kita sadari.
Intinya, otak bawah sadar yang presentasinya sangat besar itu telah dikendalikan. Dengan mendengar lagu- lagu itu berulang- ulang, secara tidak sadar alam bawah sadar kita ‘dipaksa’ untuk meyakini dan melakukan pesan- pesan tersebut.
Well, boleh percaya atau tidak. Boleh menganggap bahwa backmasking adalah sesuatu yang dipaksakan. Tapi tidak ada salahnya berhati- hati dalam memilih lagu untuk didengar. Lirik dan irama yang menyenangkan belum tentu punya pesan yang baik. Akan lebih baik kalau kita membiasakan diri mendengar lagu- lagu bertema religi (tentunya yang sesuai dengan keyakinan kita). Biarkan otak kita tercuci dengan hal- hal yang baik agar kita diubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Ahahha, sok memotivasi, padahal saya penyuka lagu- lagu sekuler- yang mungkin saja punya pesan terbalik yang negatif- dan selalu mendengarkannya setiap hari.
*Ah sudahlah, sekarang saya mau streaming youtube lagi, masih penasaran soal backmasking. Ahahaha, hangang sa muli!*

Minggu, 02 Agustus 2015

Pentingkah Mempelajari Tata Bahasa?


Pertanyaan ini muncul saat saya ingin belajar Bahasa Tagalog. Keinginan yang muncul karena ketertarikan yang berlebihan pada Chisser.
*hadeh, lagi- lagi soal boyband itu. –pasang tampang datar- *
#Biarin aja namanya juga anak muda, pasang emoticon :-p #
Okeh, focus to the topic.
Jadi, bagaimana caranya agar bisa cepat belajar bahasa asing?
Saya bertanya kepada beberapa teman dan sebagian dari mereka mengatakan tata bahasa tidak perlu dipelajari. Penguasaan bahasa asing bukan jaminan seseorang akan mudah mengusai bahasa asing.
Sebagian lain mengatakan perlu. Karena tanpa adanya pemahaman tata bahasa, pengguna bahasa tidak akan bisa menguasai bahasa tersebut dengan baik.
#jadi harusnya gimana?#
*Anyway, Tata Bahasa itu apaan sih?*
Menurut wikipedia, Tata bahasa adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa. Ilmu ini merupakan bagian dari bidang ilmu yang mempelajari bahasa yaitulinguistik.
*Copas –masih pasang tampang datar-*
#Biarin, yang penting ngaku :-p #
Secara sederhana, tata bahasa diperlukan untuk mempelajari struktur bahasa. Penguasaan tata bahasa mempengaruhi perkembangan dan kemampuan empat aspek keterampilan berbahasa yaitu speaking (berbicara), listening (mendengar), reading (membaca), dan writing (menulis).
*Ahay, jadi ingat mata kuliah –entah zaman kapan itu-*
Anyway, saya jadi ingat kata- kata dosen Writing saya di kampus. Beliau bilang, dalam mempelajari bahasa asing, apapun itu, yang dipelukan adalah prakteknya-dalam hal ini speaking (berbicara) daripada sibuk berkutat dengan tata bahasanya. Karena penguasaan tata bahasa akan sejalan dengan kemampuan berbicara.
Tapi bukan berarti kita tidak perlu belajar tata bahasa, loh. Akan menjadi sulit dimengerti lawan bicara jika kita hafal semua kata- kata dalam bahasa asing tapi tata bahasanya acak- acakan.
Saya menafsirkan kata- kata beliau begini:
Tata bahasa tidak boleh dipelajari secara kaku. Perlu ada latihan- latihan penguasaan empat aspek bahasa yang telah saya sebutkan di atas.  
Jadi, kesimpulannya, pembelajar bahasa perlu mempelajari tata bahasa dan juga mempraktekkan aspek- aspek bahasa, Pendeknya, harus seimbang antara teori dan praktek. Teorinya ilmu tata bahasa dan prakteknya adalah reading, writing, listening, dan speaking.
*oh gitu.*
#Ya begitu. Sekarang, pertanyaan besarnya, seperti apa tata bahasa Tagalog itu. Sejak seminggu lalu, saya nanya- nanya Mbah Google, gak pernah dijawab dengan jelas. Somebody help me, please;s.#
*Pasti gara- gara ngefans berlebihan sama Chisser -pasang tampang datar-*
Ada yang bisa bantu?