Entri Populer

Minggu, 02 Agustus 2015

Pentingkah Mempelajari Tata Bahasa?


Pertanyaan ini muncul saat saya ingin belajar Bahasa Tagalog. Keinginan yang muncul karena ketertarikan yang berlebihan pada Chisser.
*hadeh, lagi- lagi soal boyband itu. –pasang tampang datar- *
#Biarin aja namanya juga anak muda, pasang emoticon :-p #
Okeh, focus to the topic.
Jadi, bagaimana caranya agar bisa cepat belajar bahasa asing?
Saya bertanya kepada beberapa teman dan sebagian dari mereka mengatakan tata bahasa tidak perlu dipelajari. Penguasaan bahasa asing bukan jaminan seseorang akan mudah mengusai bahasa asing.
Sebagian lain mengatakan perlu. Karena tanpa adanya pemahaman tata bahasa, pengguna bahasa tidak akan bisa menguasai bahasa tersebut dengan baik.
#jadi harusnya gimana?#
*Anyway, Tata Bahasa itu apaan sih?*
Menurut wikipedia, Tata bahasa adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa. Ilmu ini merupakan bagian dari bidang ilmu yang mempelajari bahasa yaitulinguistik.
*Copas –masih pasang tampang datar-*
#Biarin, yang penting ngaku :-p #
Secara sederhana, tata bahasa diperlukan untuk mempelajari struktur bahasa. Penguasaan tata bahasa mempengaruhi perkembangan dan kemampuan empat aspek keterampilan berbahasa yaitu speaking (berbicara), listening (mendengar), reading (membaca), dan writing (menulis).
*Ahay, jadi ingat mata kuliah –entah zaman kapan itu-*
Anyway, saya jadi ingat kata- kata dosen Writing saya di kampus. Beliau bilang, dalam mempelajari bahasa asing, apapun itu, yang dipelukan adalah prakteknya-dalam hal ini speaking (berbicara) daripada sibuk berkutat dengan tata bahasanya. Karena penguasaan tata bahasa akan sejalan dengan kemampuan berbicara.
Tapi bukan berarti kita tidak perlu belajar tata bahasa, loh. Akan menjadi sulit dimengerti lawan bicara jika kita hafal semua kata- kata dalam bahasa asing tapi tata bahasanya acak- acakan.
Saya menafsirkan kata- kata beliau begini:
Tata bahasa tidak boleh dipelajari secara kaku. Perlu ada latihan- latihan penguasaan empat aspek bahasa yang telah saya sebutkan di atas.  
Jadi, kesimpulannya, pembelajar bahasa perlu mempelajari tata bahasa dan juga mempraktekkan aspek- aspek bahasa, Pendeknya, harus seimbang antara teori dan praktek. Teorinya ilmu tata bahasa dan prakteknya adalah reading, writing, listening, dan speaking.
*oh gitu.*
#Ya begitu. Sekarang, pertanyaan besarnya, seperti apa tata bahasa Tagalog itu. Sejak seminggu lalu, saya nanya- nanya Mbah Google, gak pernah dijawab dengan jelas. Somebody help me, please;s.#
*Pasti gara- gara ngefans berlebihan sama Chisser -pasang tampang datar-*
Ada yang bisa bantu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar