Holla teman- teman, Kumusta, apa kabar?
Mudah- mudahan gak galau seperti saya.
*Galau kenapa? Pasti gara- gara uang jajan menipis*
Hoho, bukan, setidaknya bukan untuk beberapa menit kedepan.
Di menit- menit ini, saya lagi galau gara- gara backmasking.
*Apaan tuh backmasking, sebangsa background, bukan?*
Awalnya juga saya gak tahu. Lagi- lagi, karena keisengan
streaming di youtube, saya menemukan ‘pesan mundur ‘mari sama setan’ lagu muda
Agnes Monica’. Omaigod, itu kan lagu favorit saya. Dan lagi, banyak lagu- lagu
dia yang disinyalir memiliki pesan mundur tentang satanisme. Bahkan, banyak
orang yang mensinyalir penyanyi berbakat Indonesia itu sebagai penganut
satanisme.
Karena itu, saya browsing- browsing lagi tentang apa itu
backmasking.
Menurut wikipedia, Backmasking is a recording technique
in which a sound or message is recorded backward onto a track that is meant to
be played forward. Backmasking is a deliberate process, whereas a message found
through phonetic reversal may be
unintentional.
Dalam
Wikipedia Bahasa Indonesia, Backmasking adalah rekaman teknik di mana suara atau pesan dicatat mundur ke trek
yang dimaksudkan untuk dimainkan ke depan. Backmasking adalah proses yang disengaja, sedangkan
pesan yang ditemukan melalui pembalikan fonetis mungkin tidak disengaja.
Dari sumber yang lain saya menemukan bahwa backmasking
dipopulerkan oleh okultis yang bernama Aleister Crowley. Seiring
dengan tercetusnya konsep ini, banyak musisi yang menggunakan metode untuk
menyisipkan pesan satanisme.
Masa
sih? Saya masih gak ngerti bagaimana cara membuat backmasking (pesan mundur) ini. Lalu saya
mencari lagi dan menemukan lagu “Rain” the beatles, “Stairway to the heaven-nya
Led Zeppelin, dan masih banyak lagi.
Kebanyakan
dari lagu- lagu yang di- backmasking itu terdengar mengerikan dan membuat
bulu kuduk saya berdiri karena suaranya yang meraung-raung dari berbisik hingga
berteriak. Dan juga lirik- lirik dari pesan tersembunyi itu (menurut saya)
terdengar seperti kebetulan yang dipaksakan.
Untuk sejenak, saya masih tidak percaya dengan penjelasan
yang saya dapat (lebih tepatnya, karena kurang mengerti). Terlebih lagi saya
masih merasa kalau pesan- pesan satanisme itu seperti dipaksakan dan kemudian
saya berfikir lagi *emang bisa mikir?* terus kenapa backmasking itu terdengar
berbahaya, kan lagu yang diputar dari awal ke akhir terdengar biasa saja.
Sebagai pendengar lagu- lagu sekuler (khususnya lagu-lagu Agnes Monica) saya
merasa tidak pernah mendengar pesan- pesan mundur itu dan sejauh ini, saya
merasa baik- baik saja.
Beberapa sumber yang lain menjawab pertanyaan saya.
Musik bisa digunakan iblis sebagai sarana penyesatan.
*Cieeeh, serem amat*
Secara etimologis, musik berasal dari kata ‘muse’yang
berarti ‘roh’. Bisa dikatakan bahwa musik bisa mempengaruhi pendengarnya dan
sebagai media penyampaian pesan
terhadap roh seseorang atau dimensi dibawahnya yaitu jiwa.
Phytagoras, seorang filsuf
mengatakan, “Beat/ritme bisa
mempengaruhi tubuh; harmoni bisa mempengaruhi jiwa tetapi melodi dapat
mempengaruhi roh manusia.”
Melalui musik, iblis
menyampaikan pesan- pesan negatif seperti hedonisme, kekerasan, penyalahgunaan
narkoba, pergaulan bebas, okultisme bahkan penghujatan terhadap Tuhan dan penyembahan
terhadap setan!
Penyampaian pesan- pesan
itu, bisa diungkapkan secara langsung melalui lirik- liriknya (secara tersurat)
seperti dalam lagu Nowhere Man (The Beatles), Mermaid (Tetsuro
Yamashita), I Can’t Get Not Satisfaction (Rolling Stones), Forever Young
(Alphaville), Suicide Solution (Ozzy Ousbourne), Hati Senang tak punya Uang
(Koes Plus), Imagine (John Lennnon), Nothing’s Gonna Stop Us Now (Jefferson Starship),
Material Girl (madona), Saving All My Love For You (Whitney Houston), Goodbye Yellow Brick Road (Elton John),
Another Brick In The Wall (Pink Floyd), My Revolution (Billy Idol), Tie Your
Mother Down (Queen), Sister Morphine
(Rolling Stones), Cocaine (Nazareth), Lucy In The Sky With Diamonds (The
Beatles), Welcome To Hell (Venom), Sign Of The Time (Price), The Great
Prethender (Queen), dan masih banyak lagi.
Di samping itu, ada juga
pesan- pesan tersembunyi (dengan teknik backmasking) seperti dalam lagu- lagu
berikut:
1. Montley Crue dalam album mereka “Shout At The
Devil” jika diterjemahkan kebalik menjadi “Backward mask where you are, oh,
lost in error, Satan” (Balikkan topeng dimana engkau berada, oh, lenyap di
dalam kesalahan, Setan).
2. Price dalam albumnya “Purple Rain” yang
mengejek kedatangan Yesus Kristus yang ke dua kalinya, jika di balik “Hello,
how are you; I’m fine, cause I know the Lord was coming soon” (Halo, apa kabar;
saya baik-baik saja, karena saya mengetahui bahwa Tuhan “Yesus” sedang datang).
3. Rolling Stones dalam salah satu segmen
albumnya “Metal Health” waktu dimainkan kebalik mengatakan “I Love You, this
said the Lord”.
4. Led Zeppelin, dari salah satu segmen albumnya
“House of the Holy” waktu dimainkan kebalik mengatakan ”satan is really lord”
(Setan sungguh-sungguh adalah Tuhan).
*Buset dah, seram amat.*
Setelah membaca banyak
sumber, saya menyalakan winamp dan memutar lagu lagu- lagu tersebut. (Ehm,
sejak kapan lagu- lagu itu bersarang di laptopku?) After that, it seems no a
clue. Saya sama sekali tidak menyadari ada lirik pemujaan setan. Karena
penasaran, saya search di youtube dan menemukan:
Mengerikan banget ya? Padahal lagu- lagu itu cukup terkenal dan
banyak disukai banyak orang. Mungkin kita tidak menyadari. Seperti pendapat
saya sebelumnya. Saya sama sekali merasa tidak merasa bahwa ada pesan
tersembunyi dari lagu- lagu tersebut. Setelah browsing di Google saya baru
menyadari pesan- pesan tersebut.
*Jadi selama ini apa yang
sering saya dengar ????? –pasang emoticon :O -*
Sekali lagi, mungkin kita
tidak menyadari dan secara tidak sadar juga otak kita telah tercuci.
Cuci otak
sendiri adalah teknik pengubahan diri dan kejiwaan
orang lain dengan cara cara tertentu agar orang yang jadi target bisa melupakan
dirinya dan jadi orang yang baru. Teknik tersebut dilakukan dengan menyerang
alam bawah sadar dalam jangka panjang.
Dengan cara ini, mental bisa dimanipulasi fungsi otak bisa diubah, dan
pikiran dikendalikan.
Pada
hakikatnya, otak manusia terbagi menjadi Otak Sadar dan Otak Bawah Sadar. Otak
sadar hanya mencakup persentase yang sangatlah kecil dari keseluruhan kemampuan
otak. Sedangkan otak bawah sadar adalah bagian terbesarnya. Otak sadar hanya
bisa kita sadari.
Intinya,
otak bawah sadar yang presentasinya sangat besar itu telah dikendalikan. Dengan
mendengar lagu- lagu itu berulang- ulang, secara tidak sadar alam bawah sadar
kita ‘dipaksa’ untuk meyakini dan melakukan pesan- pesan tersebut.
Well,
boleh percaya atau tidak. Boleh menganggap bahwa backmasking adalah sesuatu
yang dipaksakan. Tapi tidak ada salahnya berhati- hati dalam memilih lagu untuk
didengar. Lirik dan irama yang menyenangkan belum tentu punya pesan yang baik. Akan
lebih baik kalau kita membiasakan diri mendengar lagu- lagu bertema religi
(tentunya yang sesuai dengan keyakinan kita). Biarkan otak kita tercuci dengan
hal- hal yang baik agar kita diubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Ahahha,
sok memotivasi, padahal saya penyuka lagu- lagu sekuler- yang mungkin saja
punya pesan terbalik yang negatif- dan selalu mendengarkannya setiap hari.
*Ah
sudahlah, sekarang saya mau streaming youtube lagi, masih penasaran soal
backmasking. Ahahaha, hangang sa muli!*
hmmm, saran sekalian untuk musik yang tidak ada memiliki makna tersembunyi. terima kasih
BalasHapus